Foto Ilustrasi.
TANGERANG, Radarjakarta.id — Jagat media sosial mendadak geger setelah video kemunculan sosok putih menyerupai pocong di atas pohon viral dan memicu kepanikan warga Kabupaten Tangerang.
Rekaman yang disebut terjadi di wilayah Pekayon, Kecamatan Sukadiri, Minggu malam 17 Mei 2026, langsung menyedot perhatian publik dan memancing gelombang spekulasi liar di internet.
Dalam video yang beredar luas, puluhan warga terlihat berkerumun di bawah sebuah pohon sambil menyorotkan lampu ponsel ke arah dahan. Beberapa warga terdengar histeris dan berteriak karena mengira sosok tersebut adalah makhluk halus yang sengaja meneror permukiman saat malam hari.
Suasana mencekam makin terasa ketika warga saling menunjuk ke arah benda putih yang tampak menggantung di antara ranting pohon. Rasa penasaran membuat lokasi mendadak dipadati warga, bahkan banyak yang datang hanya untuk memastikan langsung penampakan yang viral tersebut.
“Gue tempeleng lo, keluar nggak lo!” teriak salah seorang warga dalam video yang ramai diperbincangkan netizen.
Fenomena “teror pocong” ini kemudian memicu kekhawatiran baru di tengah masyarakat Tangerang. Isu berkembang liar setelah muncul dugaan bahwa aksi menyerupai pocong itu bukan sekadar prank atau cerita mistis, melainkan modus menakut-nakuti warga sebelum melakukan aksi kriminal pada malam hari.
Kabar tersebut semakin panas setelah beredar unggahan di media sosial X yang menyebut sosok pocong diduga membawa senjata tajam untuk mengintimidasi korban sebelum melakukan pencurian atau perampokan rumah warga.
“Dan parahnya lagi mereka bawa senjata tajam, jadi pas target buka pintu langsung ditodong gitu aja,” tulis salah satu akun yang viral di media sosial.
Kegaduhan yang terus meluas akhirnya membuat aparat dan pemerintah setempat turun tangan. Kepala Desa Sukadiri, H. Suaryo, menegaskan bahwa informasi mengenai penampakan pocong di wilayahnya dipastikan tidak benar alias hoaks.
Pihak desa mengaku sudah melakukan penelusuran langsung bersama para Ketua RT dan perangkat lingkungan setelah video tersebut viral dan menimbulkan keresahan warga.
“Hasil pengecekan di lapangan tidak ditemukan adanya kejadian seperti yang ramai beredar di media sosial,” jelasnya.
Meski demikian, kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul maraknya isu teror pocong yang berkembang di sejumlah wilayah Tangerang. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah meminta masyarakat tetap tenang namun tidak lengah terhadap potensi gangguan keamanan.
Polisi menduga aksi menyerupai pocong itu sengaja dimainkan untuk menciptakan ketakutan massal di tengah warga. Karena itu, patroli malam kini diperketat, terutama di kawasan permukiman penduduk.
Selain patroli kepolisian, warga juga diminta kembali mengaktifkan ronda malam atau siskamling untuk menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Aparat Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan perangkat RT disebut akan ikut terlibat dalam pengawasan malam hari.
Polisi juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tidak ikut menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya karena dapat memicu kepanikan baru.
Di sisi lain, isu teror pocong makin ramai setelah warga Sewan, Neglasari, Tangerang dikabarkan berhasil menangkap salah satu sosok yang diduga menyebarkan ketakutan di lingkungan warga. Sebelumnya, kasus serupa juga sempat terjadi di Bekasi, Jawa Barat, tepatnya di Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran, di mana warga disebut berhasil menangkap pelaku yang diduga melakukan aksi menyerupai pocong.
Kini polisi memastikan penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap siapa dalang di balik viralnya teror pocong tersebut, termasuk kemungkinan adanya motif kriminal yang sengaja dimainkan untuk menebar rasa takut di tengah masyarakat.
Warga diminta segera melapor ke polisi atau melalui layanan darurat 110 apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar, terutama saat malam hingga dini hari.|Tatik*











