JAKARTA, Radarjakarta.id – Jagat media sosial diguncang rekaman menegangkan dari Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat. Sebuah mobil tiba-tiba dihadang sekelompok pria berpakaian hitam, bermasker, dan bertindak agresif layaknya operasi rahasia. Publik pun bertanya: siapa mereka sebenarnya?
Insiden yang terjadi pada Sabtu siang (18/4/2026) itu langsung memicu gelombang reaksi. Dalam video yang viral, enam pria dengan penampilan serba hitam terlihat mencegat kendaraan secara paksa. Bahkan, salah satu dari mereka sempat masuk ke dalam mobil, memicu kepanikan pengemudi yang merasa terintimidasi.
Fakta kemudian terungkap. Kapolsek Grogol Petamburan, AKP Reza Aditya, memastikan bahwa sosok-sosok dalam video tersebut bukanlah kelompok liar, melainkan anggota kepolisian yang tengah menjalankan operasi. Tindakan itu, menurutnya, berawal dari laporan anonim masyarakat terkait dugaan transaksi narkoba di lokasi tersebut.
Namun, penjelasan ini justru memantik perdebatan baru. Banyak warganet menilai cara yang digunakan petugas terkesan intimidatif dan jauh dari prosedur humanis. Penampilan tertutup dengan masker serta aksi pengepungan dinilai lebih menyerupai operasi rahasia ketimbang penegakan hukum terbuka.
Di sisi lain, pihak kepolisian membela langkah tersebut sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi ancaman. Situasi di lapangan disebut tidak kondusif, terlebih pengemudi menolak diperiksa dan justru merekam kejadian hingga viral. Ketegangan mereda setelah diketahui ada anak di dalam mobil, sehingga petugas memutuskan menghentikan tindakan dan membiarkan kendaraan pergi.
Meski demikian, kasus ini belum selesai. Identitas pengemudi masih ditelusuri untuk keperluan klarifikasi dan mediasi. Sementara itu, anggota yang terlibat kini tengah menjalani pemeriksaan internal oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) guna memastikan apakah prosedur telah dijalankan sesuai aturan.
Peristiwa ini bukan sekadar video viral, tapi juga membuka diskusi besar soal batas antara ketegasan aparat dan rasa aman masyarakat. Di tengah perang melawan narkoba, publik kini menuntut satu hal yang sama pentingnya: transparansi dan profesionalisme di lapangan.|Ucha*











