Gempa 4,7 Guncang Sukabumi, Getaran Terasa hingga Cianjur

banner 468x60

SUKABUMI, Radqrjakarta.id  – Gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu malam (17/5/2026), dan membuat warga di sejumlah daerah tersentak panik. Getaran terasa hingga Kota Sukabumi dan sebagian wilayah Cianjur saat masyarakat tengah beristirahat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi sekitar pukul 22.15 WIB dengan magnitudo awal 4,6 sebelum diperbarui menjadi Magnitudo 4,7. Episenter gempa berada di laut, sekitar 62 hingga 63 kilometer tenggara Kabupaten Sukabumi, pada kedalaman 25 hingga 28 kilometer.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Gempa tersebut disebut sebagai gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif bawah laut di selatan Jawa Barat. Meski tidak berpotensi tsunami, getaran cukup terasa di berbagai wilayah dan sempat memicu kepanikan warga.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan bahwa karakter gempa mengarah pada aktivitas tektonik bawah laut yang umum terjadi di kawasan pesisir selatan Jawa.

“Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Getaran dilaporkan terasa di Palabuhanratu, Cibadak, Cisaat, Nagrak, Parungkuda, Kota Sukabumi hingga Cianjur dengan skala II MMI. Pada level ini, gempa dirasakan sebagian orang dan benda-benda ringan tampak bergoyang.

Sementara di wilayah Surade, Ciracap, Ciemas, Jampang Kulon, hingga Cidolog, getaran terasa lebih kuat dengan intensitas III MMI. Warga mengaku merasakan guncangan nyata di dalam rumah seperti truk besar melintas di depan bangunan.

Sejumlah warga sempat keluar rumah untuk memastikan kondisi aman setelah merasakan getaran yang berlangsung beberapa detik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

BMKG juga meminta masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Informasi yang dirilis masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai pembaruan data pengamatan.

“Informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG.

Peristiwa gempa Sukabumi ini langsung menjadi perhatian publik di media sosial. Banyak warga mengunggah pengalaman mereka saat merasakan guncangan mendadak pada malam hari, terutama di kawasan pesisir selatan Jawa Barat.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.