Stadion Manahan Dipenuhi Asap, 8 Penonton Dirawat

banner 468x60

SOLO, Radarjakarta.id – Kemenangan krusial Persis Solo atas Dewa United di pekan ke-33 Liga 1 2025/2026 berubah menjadi malam penuh kepanikan. Euforia ribuan suporter di Stadion Manahan, Sabtu (16/5/2026) malam, mendadak berubah mencekam setelah flare, bom asap, dan petasan kembali menyala di tribun stadion.

Asap tebal yang memenuhi stadion beratap tertutup itu membuat sedikitnya delapan penonton mengalami sesak napas dan kepanikan. Beberapa korban bahkan harus dievakuasi ke ambulans yang siaga di area stadion.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ironisnya, kemenangan penting Persis Solo dengan skor 1-0 yang menjaga asa bertahan di Liga 1 justru ternoda aksi berbahaya segelintir oknum suporter. Di tengah sorak kemenangan Laskar Sambernyawa, tribun berubah seperti lautan asap yang membuat banyak penonton kesulitan bernapas.

Direktur PT Persis Solo Saestu sekaligus Ketua Panitia Pelaksana pertandingan, Ginda Ferachtriawan, mengaku sangat kecewa karena insiden serupa kembali terjadi meski larangan flare dan smoke bomb sudah berulang kali disampaikan.
“Perayaan kemenangan seharusnya tidak membahayakan penonton lain. Kami sangat menyayangkan aksi seperti ini karena dampaknya bukan hanya korban di tribun, tapi juga ancaman sanksi untuk klub,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Menurut Ginda, kondisi Stadion Manahan yang memiliki atap tertutup membuat asap flare sulit keluar sehingga mengendap lama di area tribun. Situasi itu memicu kepanikan, terutama bagi anak-anak dan penonton yang berada di titik asap paling pekat.

“Ada yang sesak napas, ada yang panik. Bahkan beberapa ibu membawa anak kecil meminta diamankan karena ketakutan melihat flare dan asap,” katanya.

Sebelum pertandingan dimulai, panitia dan aparat keamanan sebenarnya sudah melakukan pemeriksaan ketat di seluruh pintu masuk stadion. Polisi juga melakukan penyisiran di tribun untuk mencari flare dan petasan yang diduga disembunyikan sebelum laga berlangsung.

Namun upaya itu belum sepenuhnya berhasil. Sejumlah flare tetap lolos dan akhirnya dinyalakan usai pertandingan.
Dari hasil razia, Polresta Solo mengamankan 33 orang suporter beserta berbagai barang bukti berbahaya. Polisi menyita puluhan flare, smoke bomb, petasan, kembang api hingga minuman keras.

Total barang bukti yang diamankan mencapai lebih dari 80 item, termasuk flare dan bom asap berbagai ukuran.

Akibat insiden ini, Persis Solo kini terancam kembali mendapat hukuman dari Komite Disiplin PSSI. Ancaman denda ratusan juta rupiah pun membayangi klub yang sedang berjuang memperbaiki performa tim di penghujung musim.

Ginda menegaskan manajemen tidak ingin menyudutkan suporter, namun aksi nekat tersebut jelas merugikan klub dan mengancam keselamatan ribuan penonton lain.

“Kalau ada korban dan klub kena sanksi, tentu Persis yang dirugikan. Kami ingin stadion tetap aman dan nyaman untuk keluarga,” tegasnya.

Manajemen Persis Solo memastikan akan melakukan evaluasi total terhadap sistem pengamanan di Stadion Manahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Kasus flare di Manahan kembali menjadi alarm keras bagi sepak bola Indonesia. Di saat banyak pihak mendorong stadion ramah keluarga dan aman pasca berbagai tragedi sepak bola nasional, aksi flare dan bom asap masih terus menjadi ancaman nyata di tribun stadion.|Suyatmi*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.