JEMBER, Radarjakarta.id — Grup band BIANgindas kembali mencuri perhatian publik musik Indonesia. Band yang digawangi Bian sebagai vokalis, Safir di posisi drummer, dan Soni pada keyboard itu menunjukkan eksistensinya yang tak pernah padam di tengah ketatnya persaingan industri hiburan Tanah Air.
Popularitas BIANgindas kembali memanas usai tampil memukau dalam ajang Karnaval SCTV di Kabupaten Jember, Minggu siang (17/05/2026). Ribuan penonton ikut bernyanyi saat lagu-lagu hits seperti Empat Mata dan Suka Sama Kamu menggema di panggung hiburan nasional tersebut.
Tak berhenti di situ, BIANgindas kini menyiapkan gebrakan baru yang disebut-sebut bakal mengguncang blantika musik Indonesia. Band ini resmi mengumumkan peluncuran 11 karya terbaru yang dirilis di bawah label independen milik mereka sendiri, Bintang Artha Kreatif.
Album terbaru bertajuk “Engkaulah Nyawaku” dipastikan menjadi proyek paling ambisius BIANgindas tahun ini. Selain menghadirkan nuansa pop khas yang melekat di hati penggemar, mereka juga menyiapkan lagu religi yang digadang-gadang mampu menyentuh berbagai kalangan.
Bian mengungkapkan harapannya agar karya terbaru mereka tidak hanya diterima masyarakat Indonesia, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.
“Kami mohon doa restu agar album terbaru ini bisa diterima masyarakat Indonesia hingga mancanegara. Kami ingin industri musik Indonesia kembali berjaya dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Bian.
Sementara itu, Safir menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terus mendukung perjalanan karier BIANgindas.
“Terima kasih untuk teman-teman, insan media, dan seluruh pemerhati musik Indonesia. Dukungan kalian adalah semangat terbesar kami untuk terus berkarya,” kata Safir.
Langkah BIANgindas merilis karya lewat label pribadi dinilai menjadi sinyal kuat bahwa musisi Indonesia kini semakin berani mandiri dan siap bersaing di era digital. Dengan 11 lagu baru yang segera meluncur, publik kini menanti apakah BIANgindas mampu kembali mencetak hits yang viral seperti era kejayaan mereka dulu.|Bagus Wirawiri*











