Tradisi Kebo Andilan, Simbol Kesederhanaan, Toleransi, dan Kebersamaan Warga Depok

banner 468x60

Depok, RadarJakarta.id – Kegiatan Lebaran Depok 2026 hari ke tiga dilaksanakan tradisi Kebo Andilan yang di gelar di kawasan Alun-Alun Timur Kota Depok, GDC Kecamatan Cilodong. Kamis, (7/5/2026).

Wakil Ketua Kumpulan Orang-Orang Depok H Maksum kepada wartawan mengatakan di hari ke tiga Lebaran Depok 2026 di gelar tradisi Kebo Andilan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dia mengatakan Tradisi Kebo Andilan kalau filosofinya bahwa orang-orang kampung ini tidak ada yang sifatnya instan maka di laksanakan

“Untuk makan enak, makan daging satu tahun sekali itu perlu proses,” ujarnya.

Jadi dengan melalui tabungan kebersamaan sejak bulan Syawal sampai dengan bulan Sya’ban, mereka ngumpul-ngumpulin duit, nabung untuk beli kebo.

“Maksudnya untuk makan daging di hari raya Idul Fitri, jadi tidak instan. Jadi panjang ceritanya,” sambung dia.

Haji Maksum menyebut, kegiatan ini sebagai lambang kebersamaan dan kebersahajaan atau kesederhanaan orang Depok.

“Bahwa kita tidak ada yang tiba-tiba bisa beli kerbau, tiba-tiba waktunya bisa beli-beli yang lain. Jadi perlu proses, kurang lebih 10 bulan untuk sampai ke sini. Itu yang pertama, jadi filosofinya kebersamaan,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, di balik itu semua ada makna lain yang lebih dalam artinya. Yakni bagaimana menghargai orang lain dengan menjunjung tinggi toleransi.

“Mungkin jarang tahu, dulu Betawi ini kan bukan hanya kita yang beragama Islam, ada agama-agama lain yang memang mensakralkan yang namanya sapi. Sehingga kita mengalah demi toleransi, yang kita potong adalah kebo, supaya mereka merasa dihargai keyakinannya,”katanya.

Daging kebo itu tekstur dia lebih keras daripada daging sapi, jadi nanti makannya sedikit-sedikit.

“Kalau sering banyak dimasak, sering banyak diolah, dimateng-matengin, diangetin, kebo itu tetap dalam keadaan segar, makanya dipilihlah kebo,” katanya.

Karena memang tadi, bersama-sama mengumpulkan dana dari awal sedikit- sedikit sampai 10 bulan baru bisa beli kerbau baru dipotong.

“Jadi tidak instan yang satu, yang kedua menghargai toleransi, yang ketiga kebersamaan,” tuturnya.

Dia menambahkan, pada Lebaran Depok tahun ini pihaknya memotong satu kerbau.

“kita simbolis. Kalau sebelum Idul Fitri, ini kan rangkaian Idul Fitri ceritanya, Idul Fitri kita motong tujuh ekor. Hanya untuk Lebaran Depok ini sebagai simbolis itu satu ekor,” tuturnya.

“Jadi kebetulan ini urunan dari teman-teman, kemudian dari yang lain-lainlah, kita kebersamaan, sampai hari ini masih kebersamaan,” katanya.

Kemudian. daging kerbau ini akan diolah dan dimakan bersama saat puncak perayaan Lebaran Depok pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Di lokasi sama pengurus KOOD lainnya Mazhab menambahkan budaya Kebo Andilan yang dahulu lekat dengan kehidupan masyarakat Depok tempo dulu.

Tradisi tersebut menggambarkan semangat kebersamaan warga dalam memenuhi kebutuhan bersama, terutama saat menyambut hari besar keagamaan maupun kegiatan sosial masyarakat.

Semangat Kebo Andilan mengajarkan masyarakat tentang pentingnya gotong royong, saling membantu, dan membangun rasa kepedulian antarwarga tanpa memandang status sosial.

“Dulu masyarakat punya budaya Kebo Andilan, artinya semua ikut berpartisipasi dan saling membantu. Nilai seperti itu yang harus terus dihidupkan kembali di tengah masyarakat sekarang,” katanya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.