Tragedi Bekasi Timur: 4 Tewas dalam Tabrakan Maut KRL dan Argo Bromo Anggrek

banner 468x60

BEKASI, Radarjakarta.id – Tragedi memilukan terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026), ketika Kereta Api jarak jauh Argo Bromo Anggrek menghantam rangkaian KRL Commuter Line yang tengah berhenti. Insiden ini menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai puluhan penumpang lainnya.

Peristiwa bermula saat KRL rute Jakarta–Cikarang terpaksa berhenti akibat gangguan di lintasan. Dugaan awal menyebutkan adanya insiden di perlintasan sebidang kawasan Bulak Kapal yang melibatkan sebuah kendaraan, sehingga perjalanan kereta terganggu.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam kondisi berhenti itulah, kereta Argo Bromo Anggrek datang dari arah belakang dan menabrak keras bagian ekor KRL. Benturan hebat menyebabkan kerusakan parah, bahkan bagian depan kereta jarak jauh dilaporkan menembus rangkaian KRL.

Sejumlah saksi mata menggambarkan situasi sebagai momen penuh kepanikan. Suara benturan keras disebut menyerupai ledakan, sementara penumpang berusaha menyelamatkan diri dari gerbong yang ringsek, terutama di bagian gerbong khusus perempuan yang mengalami kerusakan paling parah.

Proses evakuasi berlangsung dramatis hingga larut malam. Petugas gabungan mengevakuasi korban yang terjebak di dalam gerbong dengan peralatan darurat. Puluhan korban luka dilarikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan sebanyak 38 penumpang berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia. Data korban masih terus diperbarui seiring proses evakuasi yang masih berlangsung di lokasi kejadian.

Untuk mendukung penanganan darurat, perjalanan kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen untuk sementara dihentikan. Sementara itu, penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan masih dilakukan, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan gangguan di perlintasan sebidang sebelum tabrakan terjadi.

Tragedi ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan di jalur kereta, khususnya di perlintasan sebidang yang rawan insiden. Hingga kini, petugas masih bekerja di lokasi dan jumlah korban masih berpotensi berubah.|Ucha*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.