Tanpa Macet dan Overcapacity, Arus Logistik Tanjung Priok Tetap Prima Pasca Lebaran

Tanpa Macet dan Overcapacity, Arus Logistik Tanjung Priok Tetap Prima Pasca Lebaran
Tanpa Macet dan Overcapacity, Arus Logistik Tanjung Priok Tetap Prima Pasca Lebaran
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) Regional 2 Tanjung Priok menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran arus logistik nasional, khususnya pada periode pasca Idulfitri 2026.

Hal tersebut ditandai dengan penutupan Command Center Pengendalian Kelancaran Arus Logistik Pasca Idulfitri 2026 yang digelar di Museum Maritim Indonesia, Senin (20/4/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kegiatan ini dihadiri Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Heru Susanto, jajaran Dirlantas Polda Metro Jaya, Pemerintah Kota Jakarta Utara, serta manajemen Pelindo dan para pemangku kepentingan sektor kepelabuhanan.

Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menilai keberhasilan pengendalian arus logistik di Pelabuhan Tanjung Priok dapat menjadi contoh nasional.

“Dengan strategi yang tepat seperti gate pass adaptif, monitoring real-time, serta sinergi lintas stakeholder, kepadatan dapat dikendalikan secara signifikan. Ke depan, model ini akan didorong menjadi standar operasional di pelabuhan lain,” ujarnya.

Senada, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Heru Susanto, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga kelancaran arus logistik, baik sebelum maupun setelah Idulfitri.

“Yard tetap terkendali dan tidak terjadi bottleneck yang menghambat arus logistik,” katanya.

Dari sisi lalu lintas, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Ariek Indra Sentanu, menyebut pola pengendalian yang diterapkan mampu menekan potensi kemacetan di kawasan pelabuhan.

“Arus kendaraan terjaga tanpa overcapacity berkat monitoring dan rekayasa lalu lintas yang adaptif,” jelasnya.

Sementara itu, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, menegaskan bahwa pengendalian arus logistik tidak hanya difokuskan pada masa puncak Lebaran, tetapi juga pada fase pasca Idulfitri.

“Pasca Lebaran justru menjadi fase krusial karena terjadi peningkatan pergerakan kendaraan logistik. Melalui Command Center, arus dapat dikendalikan secara terukur tanpa menimbulkan kepadatan di pelabuhan maupun akses sekitarnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan pengendalian tersebut.

“Dengan pengambilan keputusan berbasis kondisi lapangan, potensi lonjakan dapat diantisipasi lebih dini dan ditangani dengan cepat,” tambahnya.

Command Center sendiri dibentuk sebagai bagian dari manajemen lalu lintas berbasis kapasitas, dengan pengaturan kendaraan masuk pelabuhan dilakukan secara dinamis melalui sistem gate pass yang disesuaikan dengan kondisi terminal dan situasi lalu lintas.

Selain itu, operator terminal juga diberikan fleksibilitas dalam mengatur release gate pass dengan tetap memperhatikan kesiapan area serta potensi kepadatan.

Dengan berakhirnya masa pengawasan khusus ini, arus logistik di Pelabuhan Tanjung Priok tetap terjaga lancar, terkendali, dan efisien, sekaligus memperkuat peran pelabuhan sebagai tulang punggung distribusi nasional.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.