MEDAN, Radarjakarta.id – Dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2570 BE/2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan menggelar kegiatan anjangsana dan silaturahmi tokoh lintas agama di Aula Gedung II Lantai 2 Lapas Kelas I Medan, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut diikuti seluruh pejabat manajerial serta perwakilan pegawai dari setiap bidang sebagai bentuk penguatan nilai toleransi, kebersamaan, dan sinergitas dalam mendukung pelaksanaan tugas Pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan melalui silaturahmi bersama para tokoh lintas agama yang hadir memberikan penguatan nilai spiritual, moral, serta semangat persaudaraan di lingkungan Lapas.
Tidak hanya menjadi momentum menyambut Hari Raya Waisak, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta pemberantasan kejahatan transaksional di lingkungan Pemasyarakatan.
Komitmen bersama itu menjadi bentuk keseriusan Lapas Kelas I Medan bersama tokoh lintas agama dalam memperkuat perang terhadap narkotika, peredaran handphone ilegal, praktik penipuan, pungutan liar, serta berbagai bentuk kejahatan transaksional lainnya yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
Melalui pendekatan pembinaan keagamaan, para tokoh lintas agama bersama jajaran Lapas Kelas I Medan turut membangun penguatan mental, moral, dan spiritual bagi pegawai maupun warga binaan agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika maupun praktik kejahatan lainnya.
Pendekatan keagamaan dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kesadaran, integritas, dan perubahan perilaku secara berkelanjutan di lingkungan Pemasyarakatan.
Para tokoh lintas agama yang hadir juga memberikan dukungan dan apresiasi atas berbagai program pembinaan yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas I Medan, khususnya dalam penguatan nilai keagamaan, pembinaan mental spiritual, serta komitmen pemberantasan narkotika dan kejahatan transaksional.
Mereka menilai pendekatan pembinaan berbasis keagamaan merupakan langkah positif dalam membangun perubahan perilaku sekaligus menciptakan suasana pembinaan yang lebih humanis dan bermartabat.
Kegiatan silaturahmi lintas agama dan penandatanganan komitmen bersama tersebut merupakan inisiasi Ridwan Goh bersama Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Kota Medan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap terciptanya lingkungan Pemasyarakatan yang harmonis, religius, bersih dari narkotika, serta bebas dari berbagai bentuk pelanggaran dan kejahatan transaksional.
Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menegaskan bahwa pemberantasan narkotika dan kejahatan transaksional merupakan komitmen yang tidak dapat ditawar dalam mewujudkan Lapas yang bersih dan bebas dari penyimpangan.
“P4GN dan pemberantasan kejahatan transaksional menjadi fokus utama kami. Tidak ada ruang bagi peredaran narkoba, praktik penipuan, maupun pelanggaran lainnya di dalam Lapas,” tegas Fonika.
Ia menambahkan, penguatan nilai keagamaan dan sinergi bersama tokoh lintas agama menjadi salah satu langkah penting dalam membangun benteng moral yang kuat bagi seluruh jajaran maupun warga binaan.
“Melalui penguatan nilai keagamaan dan sinergi bersama tokoh lintas agama, kami ingin membangun benteng moral yang kuat bagi seluruh jajaran dan warga binaan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Lapas Kelas I Medan juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tokoh lintas agama serta WALUBI Kota Medan atas dukungan dan kontribusi nyata dalam mendukung program pembinaan keagamaan serta penguatan komitmen P4GN di lingkungan Pemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Medan terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, bersih, humanis, religius, serta bebas dari narkotika dan berbagai bentuk kejahatan transaksional guna mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.











