Iran Peringatkan Warga Jauhi Pasukan AS di Timur Tengah

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Ketegangan perang di Timur Tengah kian memanas setelah Garda Revolusi Islam Iran mengeluarkan peringatan keras kepada warga sipil agar menjauhi lokasi yang berdekatan dengan pasukan Amerika Serikat. Seruan ini muncul di tengah eskalasi konflik dengan Israel yang telah berlangsung hampir satu bulan.

Iran menuduh pasukan AS dan Israel menggunakan warga sipil sebagai “perisai manusia”. Bahkan, juru bicara militer Iran, Abolfazl Shekarchi, menegaskan bahwa hotel atau fasilitas yang ditempati tentara AS kini dianggap sebagai target sah serangan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sejak perang pecah pada 28 Februari, konflik meluas ke berbagai negara di kawasan Teluk. Negara-negara anggota Gulf Cooperation Council yang mengaku tidak terlibat justru menjadi sasaran utama serangan drone dan rudal Iran.

Uni Emirat Arab menjadi wilayah paling terdampak, termasuk serangan yang menghantam infrastruktur penting dan ikon seperti Burj Al Arab. Selain itu, Arab Saudi, Qatar, dan Bahrain juga mengalami serangan meski sebagian berhasil dicegat sistem pertahanan.

Data menunjukkan sekitar 83% serangan Iran justru mengarah ke negara-negara Teluk, sementara Israel hanya menerima sebagian kecil. Hal ini memicu pertanyaan global mengenai strategi Iran yang dinilai ingin menekan Amerika Serikat melalui sekutu-sekutunya.

Di tengah situasi ini, kecaman internasional terus menguat. Negara-negara kawasan dan dunia menegaskan hak untuk membela diri, sementara konflik yang terus meluas dikhawatirkan memicu krisis yang lebih besar di tingkat global.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.