Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Kemenhub Imbau Pemudik Atur Waktu Perjalanan

Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Kemenhub Imbau Pemudik Atur Waktu Perjalanan
Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Kemenhub Imbau Pemudik Atur Waktu Perjalanan
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, agar bijak dalam mengatur waktu perjalanan arus balik Lebaran 2026 melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Imbauan tersebut disampaikan seiring adanya tradisi Lebaran Ketupat yang umumnya dirayakan satu minggu setelah Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini berpotensi meningkatkan jumlah penumpang dan kendaraan secara signifikan dalam waktu bersamaan, terutama di wilayah Tapal Kuda meliputi Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi, serta Kepulauan Madura.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengingatkan masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu alternatif di luar periode puncak arus balik.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu alternatif di luar periode puncak arus balik, guna menghindari kepadatan yang berpotensi terjadi di Pelabuhan Ketapang,” ujarnya, Rabu (25/3).

Menurutnya, lonjakan penumpang yang terpusat pada satu periode waktu berpotensi menyebabkan antrean panjang, meningkatnya waktu tunggu, hingga menurunnya kenyamanan perjalanan.

“Diperlukan perencanaan perjalanan yang matang dan kesadaran bersama agar arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa angkutan laut dan penyeberangan,” tegasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan juga terus mengoptimalkan pelayanan angkutan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, termasuk dengan menambah armada serta melakukan pengaturan operasional guna mengantisipasi lonjakan penumpang.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun kelancaran arus balik juga sangat dipengaruhi oleh peran aktif masyarakat dalam mengatur waktu perjalanan secara bijak,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan informasi resmi terkait kondisi pelabuhan dan penyeberangan, membeli tiket secara online, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan dan kelancaran bersama.

Sebagai informasi, PT ASDP Indonesia Ferry memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 di lintasan Jawa–Bali akan terjadi pada 26 hingga 29 Maret 2026, dengan peningkatan volume kendaraan dan penumpang di Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.