JAKARTA, Radarjakarta.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan inspeksi mendadak ke pool taksi listrik Xanh SM (Green SM) di Bekasi, Jawa Barat, menyusul insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menegaskan sidak dilakukan untuk memastikan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) berjalan sesuai ketentuan. Pemeriksaan mencakup kelengkapan administrasi, kondisi armada, hingga kompetensi dan kesehatan pengemudi.
Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan menyampaikan bahwa pool di Bekasi menjadi lokasi awal pemeriksaan karena diduga terkait kendaraan yang berada dalam rangkaian peristiwa kecelakaan. Sejumlah temuan awal disebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Selain di Bekasi, Kemenhub juga akan melakukan audit lanjutan di pool pusat Xanh SM di Kemayoran, Jakarta, guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait penerapan standar keselamatan perusahaan tersebut.
Sementara itu, Kemenhub telah memanggil pihak manajemen Xanh SM untuk klarifikasi terkait perizinan, operasional, dan kepatuhan terhadap regulasi angkutan umum. Pemerintah menegaskan tidak akan ragu menjatuhkan sanksi jika ditemukan pelanggaran ketentuan.
Berdasarkan data sementara, kecelakaan bermula saat KRL Bekasi–Cikarang tertemper kendaraan di perlintasan sebidang, yang kemudian berujung pada rangkaian insiden hingga melibatkan KA Argo Bromo Anggrek. Hingga Selasa siang, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.|Bemby*











