Habib Rizieq Kirim Pesan ke Prabowo: Tarik Indonesia dari BoP

banner 468x60

foto ilustrasi

 

Bacaan Lainnya
banner 300x250

JAKARTA, Radarjakarta.id – Imam Besar Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, mengirimkan pesan keras kepada Presiden Prabowo Subianto terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Pesan itu disampaikan melalui menantunya, Habib Muhammad Hanif Alatas, dalam pertemuan silaturahmi di Istana Negara, Kamis malam (5/3/2026).

Habib Rizieq berhalangan hadir karena alasan kesehatan, namun menitipkan surat resmi yang tegas menuntut agar Indonesia segera menarik diri dari BoP demi keamanan dan kedaulatan nasional.

“Beliau diundang oleh Presiden, beliau berhalangan hadir ada uzur. Saya diutus membawa surat. Intinya, kita percaya itikad baik Presiden, tapi kita tidak percaya Amerika, kita tidak percaya Israel,” ujar Habib Hanif Alatas usai pertemuan.

Menurut Habib Hanif, ketidakpercayaan ini bukan tanpa alasan. Rekam jejak sejarah menunjukkan janji diplomatik dari Amerika dan Israel sering berujung pengkhianatan, bahkan terhadap nabi dan rasul.

“Nabi-nabi saja, para rasul saja dikhianati oleh Israel, apalagi cuma kita manusia biasa. Jadi, kita tetap minta Indonesia menarik diri dari BoP. Bukan karena tidak percaya Presiden, tapi kami tidak percaya Amerika,” tegasnya.

Selain soal BoP, FPI juga menyoroti kemungkinan pengiriman Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Gaza. Habib Hanif menegaskan pihaknya mendukung jika pasukan RI dikirim untuk memerdekakan Palestina, namun menolak keras jika berada di bawah komando Amerika Serikat karena berpotensi memicu konfrontasi dengan Hamas.

“Kalau dikirim untuk memerdekakan Palestina kita dukung, bahkan siap support relawan. Tapi jangan sampai berhadapan langsung dengan para pejuang Hamas,” tambahnya.

Menanggapi masukan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan posisi Indonesia secara panjang lebar. Ia menegaskan, jika keanggotaan Indonesia di BoP tidak lagi memberikan kemaslahatan bagi Palestina atau merugikan kepentingan nasional, pemerintah tidak ragu menarik diri.

“Kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina dan tidak sesuai kepentingan nasional, Presiden akan menarik diri. Tapi kita tidak perlu tunggu itu, dari sekarang saja. Amerika dari dulu memang tidak bisa dipercaya,” ujar Habib Hanif.

Selain itu, Habib Hanif juga meminta Presiden Prabowo menyampaikan bela sungkawa terbuka atas wafatnya pemimpin Iran sebagai bentuk solidaritas terhadap negara sahabat.

Acara di Istana Negara tersebut dihadiri sekitar 85 ormas Islam yang membahas isu geopolitik Timur Tengah, termasuk keterlibatan Indonesia dalam BoP.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.