Prabowo Mendarat di Jakarta, dari Lawatan 3 Negara

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akhirnya kembali menginjakkan kaki di Tanah Air usai menjalani rangkaian lawatan luar negeri yang padat, strategis, dan sarat kepentingan nasional. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Kepala Negara beserta rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (24/1/2026) sore, menandai berakhirnya diplomasi intensif Indonesia di jantung kekuatan global.

Kedatangan Prabowo sekitar pukul 17.30 WIB disambut langsung oleh jajaran elite negara dan aparat keamanan tertinggi, mulai dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra. 

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Penyambutan tersebut menjadi simbol pentingnya misi yang baru saja dituntaskan Presiden.

Lawatan kenegaraan Prabowo dimulai dari Inggris pada 18 Januari 2026. Di London, Presiden tak sekadar melakukan kunjungan seremonial, melainkan menjalani pertemuan bilateral strategis dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. 

Dari pertemuan itu, Indonesia berhasil mengantongi komitmen investasi bernilai fantastis, mencapai 4 miliar poundsterling atau setara Rp90 triliun, termasuk kerja sama strategis di sektor maritim, pendidikan tinggi, hingga teknologi.

Tak berhenti di sana, Prabowo juga diterima langsung oleh Raja Charles III. Pertemuan bersejarah tersebut membahas isu lingkungan dan keberlanjutan, menempatkan Indonesia sebagai mitra penting Inggris dalam agenda hijau global. 

Presiden menegaskan, kekuatan Inggris di bidang teknologi dan keuangan menjadi peluang emas bagi Indonesia untuk mendorong transfer teknologi dan penguatan ekonomi nasional.

Dari Inggris, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026. Di forum elite dunia itu, Presiden Indonesia tampil menyampaikan pidato yang menyoroti program prioritas nasional, mulai dari makan bergizi gratis (MBG), pencabutan izin tambang ilegal, penguatan ekonomi nasional, hingga komitmen Indonesia terhadap stabilitas dan perdamaian dunia.

Salah satu momen paling menyita perhatian adalah ketika Prabowo menandatangani Board of Peace (BoP) Charter, sebuah inisiatif perdamaian global yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Presiden Prabowo menyebut langkah tersebut sebagai momentum bersejarah, khususnya dalam upaya mendorong perdamaian di Gaza dan memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina.

Rangkaian diplomasi berlanjut ke Prancis. Atas undangan Presiden Emmanuel Macron, Prabowo menghadiri jamuan santap malam pribadi di Istana Élysée, Paris, Jumat (23/1) malam waktu setempat. Dalam suasana akrab namun sarat makna, kedua pemimpin negara membahas penguatan kerja sama Indonesia–Prancis di berbagai sektor strategis, dari pertahanan hingga ekonomi.

Sekretariat Presiden RI menyebut pertemuan tersebut sebagai ruang dialog yang mempererat komunikasi personal antar kepala negara sekaligus membuka peluang konkret kerja sama jangka panjang. Diplomasi personal ini dinilai menjadi kunci dalam membangun kepercayaan dan kemitraan strategis antarnegara.

Kepulangan Presiden Prabowo ke Indonesia bukan sekadar akhir perjalanan fisik, melainkan penanda babak baru posisi Indonesia di panggung global. Dari investasi triliunan rupiah, komitmen kerja sama strategis, hingga peran aktif dalam diplomasi perdamaian dunia, Prabowo pulang membawa “oleh-oleh” nyata yang berdampak langsung bagi masa depan bangsa.

Lawatan tiga negara Inggris, Swiss, dan Prancis menegaskan arah baru diplomasi Indonesia yang lebih berani, aktif, dan berpengaruh. Indonesia tak lagi sekadar hadir, tetapi ikut menentukan arah percakapan global.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.