THAILAND, Radarjakarta.id – Matras judo di Convention Hall, The Mall Korat, Thailand, bergetar hebat saat Sahrul Sulaiman menjatuhkan lawannya dengan ippon. Aksi itu mengunci medali emas nomor J1/J2 -81 kilogram pada ajang ASEAN Para Games di Thailand.
Atlet para judo asal Medan, Sumatera Utara, tersebut kembali mengharumkan nama Indonesia di level internasional. Kemenangan ini menjadi emas kedua Sahrul sepanjang keikutsertaannya di ASEAN Para Games.
Pada usia 35 tahun, Sahrul tampil dengan kematangan teknik dan ketenangan mental. Ia mengaku sempat diliputi rasa gugup sebelum bertanding, namun mampu mengelola emosi berkat pengalaman panjang di arena internasional.
Makna kemenangan ini terasa istimewa bagi Sahrul karena didedikasikan untuk keluarga. Doa istri, anak-anak, orang tua, serta tanggung jawab sebagai anak tertua menjadi sumber motivasi utama dalam setiap pertarungan.
Persaingan di nomor ini berlangsung ketat dengan format round robin yang diikuti lima judoka dari negara berbeda. Laga paling emosional datang saat Sahrul berhadapan dengan rekan senegara, Azis Rizal Saepul, yang telah lama berlatih bersamanya.
Setelah melewati duel sesama atlet Indonesia, Sahrul tampil dominan. Ia menaklukkan wakil Filipina, Al Jaed Pacheco, lalu menjatuhkan Phayaksa Adithep dari Thailand dengan ippon, sebelum menutup laga dengan kemenangan ippon atas Chaisin Kittikai.
Keberhasilan Sahrul ditopang kontrol ritme yang solid. Ia mampu menahan tempo, memilih momen menyerang, serta menjaga pegangan agar tidak memberi celah kepada lawan.
Selepas ASEAN Para Games, Sahrul mulai menatap tantangan berikutnya, yakni Asian Para Games 2026 di Aichi–Nagoya, Jepang. Ia akan menjalani persiapan intensif bersama tim nasional para judo Indonesia.
Di balik prestasi emas, Sahrul berharap ada perhatian lebih terhadap masa depan atlet disabilitas. Ia ingin diberdayakan setelah masa kompetitif berakhir, agar tetap dapat menghidupi keluarga usai mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.|Dita*











