Skripsi Berujung Teror Kuntilanak Hitam, Dukun Magang Siap Hantui Bioskop Mulai 18 Juni

Skripsi Berujung Teror Kuntilanak Hitam, Dukun Magang Siap Hantui Bioskop Mulai 18 Juni
Skripsi Berujung Teror Kuntilanak Hitam, Dukun Magang Siap Hantui Bioskop Mulai 18 Juni
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Niat menyelesaikan skripsi berubah menjadi mimpi buruk. Itulah premis yang diangkat film Dukun Magang, karya sutradara Chiska Doppert, yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Juni 2026.

Menggabungkan unsur komedi dan horor, film ini membawa penonton menyusuri Desa Kalimati, sebuah desa terpencil yang menyimpan tradisi mistis, ritual rahasia, dan teror gaib yang mengintai setiap pendatang.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Tokoh utama, Raka Mahardika, adalah mahasiswa tingkat akhir yang frustrasi karena skripsinya terus ditolak. Dalam upaya terakhir untuk lulus kuliah, ia memilih meneliti praktik perdukunan di Desa Kalimati. Namun keputusan itu justru menyeretnya ke dalam serangkaian kejadian di luar nalar.

Bersama Boiman, sahabatnya yang penakut namun cerewet, dan Sekar yang memiliki hubungan dengan desa tersebut, Raka mulai menemukan berbagai kejanggalan. Ritual-ritual misterius, warga yang menyimpan banyak rahasia, hingga kemunculan Kuntilanak Hitam perlahan mengubah penelitian akademis menjadi perjuangan untuk bertahan hidup.

Pemeran Raka, Jefan Nathanio, mengungkapkan bahwa karakter yang dimainkannya memiliki kemiripan dengan dirinya sebagai mahasiswa. Namun, menurutnya, perjalanan Raka jauh lebih ekstrem dibanding kehidupan nyata.

“Raka ini sebetulnya adalah Jefan tapi versi di masa depan yang sedang mengerjakan skripsi. Tujuan Raka di film ini adalah menyelesaikan skripsinya, tetapi dia harus melakukannya dengan cara yang tidak biasa, yaitu menjadi dukun,” ujar Jefan dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (13/6).

Meski alur cerita dibalut komedi, sejumlah adegan horor diklaim tetap menghadirkan ketegangan. Jefan mengaku salah satu adegan yang paling menantang sekaligus membekas adalah proses pengambilan gambar di sungai yang berlangsung cukup berat secara fisik.

“Scene di sungai menjadi salah satu yang paling memorable buat saya karena proses eksekusinya cukup rumit, membutuhkan fisik yang prima, dan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya,” katanya.

Di balik unsur komedi yang mendominasi, Dukun Magang juga menyajikan konflik antara logika dan kepercayaan. Raka yang sejak awal tidak mempercayai hal-hal mistis dipaksa menghadapi kenyataan yang sulit dijelaskan secara rasional. Semakin dalam ia menggali rahasia Desa Kalimati, semakin dekat pula dirinya dengan ancaman yang mengintai.

Film ini turut dibintangi Hana Saraswati sebagai Sekar dan Fajar Nugra sebagai Boiman. Deretan pemain lainnya antara lain Dodit Mulyanto, Mo Sidik, Wira Nagara, Adi Sudirja, Mang Osa, Salsabila Zahra, dan Yan Patroman.

Diproduksi oleh Dens Vision Multimedia bersama Wahana Pictures, film berdurasi 100 menit ini menghadirkan suasana desa yang mencekam, rumah-rumah tua, ritual gaib, serta sosok Kuntilanak Hitam yang menjadi ancaman utama dalam cerita.

Bagi penonton yang mencari film horor dengan sentuhan komedi namun tetap menyimpan ketegangan dan misteri, Dukun Magang menawarkan pengalaman berbeda: sebuah perjalanan skripsi yang berubah menjadi teror.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.