Langkah Tegas BNN Berbuah Apresiasi, Jaringan Vape Narkoba Diputus

Dok. Ist
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar jaringan narkoba internasional yang memproduksi liquid vape mengandung zat narkotika. Dalam pengungkapan tersebut, BNN menangkap dua warga negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial MK dan TKG.

Kedua pelaku diketahui mengoperasikan clandestine laboratory atau pabrik gelap narkotika di sebuah apartemen kawasan Sudirman, Jakarta. Dari lokasi tersebut, BNN menyita sekitar 3.000 liquid vape yang mengandung etomidate, dengan estimasi omzet mencapai Rp18 miliar.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

BNN menyebutkan, operasi yang dilakukan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ini diperkirakan mampu menyelamatkan sekitar 15.000 jiwa anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkotika. BNN juga menegaskan bahwa pihaknya telah beberapa kali menggagalkan peredaran cairan vape yang mengandung zat narkotika.

Fenomena Global Penyalahgunaan Vape Narkoba

Penyalahgunaan vape bernarkotika tidak hanya terjadi di Indonesia. Di Singapura, otoritas setempat juga menemukan ribuan produk vape ilegal yang mengandung zat berbahaya seperti etomidate dan ketamin. Produk ini dikenal dengan sebutan “zombie vapes” atau “Kpods” karena dapat menimbulkan efek linglung, kehilangan keseimbangan, hingga risiko overdosis.

Secara hukum, ketamin termasuk Narkotika Golongan III sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan diperbarui melalui Permenkes Nomor 13 Tahun 2014. Sementara itu, tetrahydrocannabinol (THC) sebagai zat psikoaktif utama ganja tergolong Narkotika Golongan I berdasarkan Permenkes Nomor 4 Tahun 2021.

Bahaya Etomidate dalam Liquid Vape
Secara medis, etomidate merupakan agen hipnotik yang digunakan untuk induksi anestesi sebelum tindakan medis dan hanya boleh diberikan oleh tenaga kesehatan profesional. Meski dikenal relatif stabil terhadap tekanan darah, penggunaan etomidate di luar konteks medis, terutama melalui inhalasi vape, dapat menimbulkan dampak berbahaya yang tidak terkendali bagi kesehatan.

Dukungan LAKSI untuk BNN

Koordinator Lembaga Advokasi Kajian
Strategis Indonesia (LAKSI), Azmi Hidzaqi menyampaikan apresiasi atas keberhasilan BNN membongkar sindikat narkoba internasional tersebut.

“BNN telah menunjukkan pendekatan holistik dengan mengintegrasikan penegakan hukum yang tegas, penguatan intelijen, serta kerja sama global. Langkah ini sangat penting menjelang target Indonesia Emas 2045,” ujar Azmi dalam siaran pers di Jakarta.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam upaya pencegahan, pelaporan, dan rehabilitasi, guna mewujudkan Indonesia bersih dari narkoba. Masyarakat diimbau berani menolak dan melaporkan peredaran narkotika, serta tidak ragu menjalani rehabilitasi apabila terindikasi penyalahgunaan.

Azmi menilai kepemimpinan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kepala BNN bersikap tegas dan berani, salah satunya melalui operasi senyap yang berhasil menangkap gembong narkotika internasional, termasuk di luar negeri.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.