Dewi Arimbi: Rakernas IWAPI 2025 Jadi Momentum Kebangkitan Perempuan Berbudaya Menuju Indonesia Emas 2045

Dewi Arimbi: Rakernas IWAPI 2025 Jadi Momentum Kebangkitan Perempuan Berbudaya Menuju Indonesia Emas 2045
Ir. Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah bersama Dewan Pakar IWAPI Melani Leimena Suharli dan Pendiri IWAPI Dr. Dewi Motik Pramono seusai Rakernas ke-IV IWAPI 2025 di Hotel Shangri-La Jakarta.
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Di tengah semarak peringatan 50 tahun berdirinya Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), semangat perempuan penggerak ekonomi bangsa kembali berkobar.

Wakil Ketua Umum Bidang Kebudayaan DPP IWAPI, Ir. Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah, menegaskan bahwa Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-IV IWAPI tahun 2025 bukan sekadar ajang konsolidasi organisasi, melainkan momen kebangkitan perempuan Indonesia untuk memperkuat ekonomi berbasis budaya dan nilai luhur bangsa.

Rakernas yang berlangsung megah di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (23/10/2025), menjadi saksi perjalanan setengah abad IWAPI dalam menggerakkan perempuan wirausaha di seluruh penjuru negeri.

Mengusung semangat “Perempuan Berdaya, Budaya Terjaga, Ekonomi Berkelanjutan”, acara ini mempertegas peran perempuan Indonesia sebagai pilar penting pembangunan nasional.

“Lima puluh tahun IWAPI adalah refleksi dari kekuatan perempuan Indonesia yang tidak hanya berdaya secara ekonomi, tetapi juga menjaga martabat bangsa melalui pelestarian budaya. Inilah saatnya kita memperkuat jati diri nasional dalam dunia usaha,” ujar Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah penuh keyakinan.

Menurut Dewi Adimbi, budaya adalah fondasi moral dan inspirasi utama dalam berwirausaha. Keberhasilan perempuan pengusaha tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari sejauh mana mereka membawa nilai-nilai budaya ke dalam praktik bisnis yang beretika dan berkarakter.

“Kekuatan perempuan Indonesia terletak pada akar budayanya. Ketika kita berbisnis dengan hati dan menjunjung nilai-nilai luhur, hasilnya bukan hanya kesuksesan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan sosial dan kehormatan bangsa,” tegasnya.

Sebagai sosok yang telah lama berkecimpung di dunia seni dan kebudayaan, Dewi Arimbi sering turun langsung melihat potensi luar biasa perempuan pelaku UMKM di berbagai daerah.

Ia mengaku kagum pada semangat para pengrajin batik, tenun, dan pelaku kerajinan lokal yang tak sekadar berbisnis, tetapi juga menjaga warisan leluhur melalui karya.

“Saya melihat perempuan-perempuan di daerah bekerja dengan cinta. Dari tangan mereka lahir karya yang bukan hanya indah, tapi juga mengandung nilai sejarah dan jati diri bangsa,” ungkapnya dengan mata berbinar.

Dalam Rakernas ke-IV ini, IWAPI mempertegas komitmen untuk mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas perempuan, demi mempercepat langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Bidang Kebudayaan IWAPI, lanjut Dewi Arimbi, akan memperluas program pelatihan, festival ekonomi kreatif, dan pameran produk berbasis warisan budaya di seluruh daerah.

“Kami ingin setiap daerah tampil dengan keunikannya. Dari wastra, kuliner, hingga seni pertunjukan semuanya bisa menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang lahir dari akar budaya bangsa sendiri,” ujarnya.

Dewi Arimbi pun berharap Rakernas kali ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda perempuan Indonesia untuk berani menapaki dunia wirausaha yang berkarakter dan berjiwa nasionalis.

“Saya ingin perempuan muda tahu bahwa menjadi pengusaha bukan sekadar mengejar keuntungan, tapi juga soal memberi makna, menjaga identitas, dan berkontribusi untuk negeri. IWAPI akan selalu hadir mendampingi mereka,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Ir. Dewi Arimbi Soeharto Alamsjah menegaskan bahwa semangat Rakernas IWAPI 2025 adalah semangat kebangkitan perempuan berbudaya, perempuan yang tangguh secara ekonomi, namun tetap menjadi penjaga nilai-nilai luhur bangsa.

“Budaya adalah jantung bangsa. Dan perempuan adalah nadinya,” tutupnya penuh makna. ***(Guffe).

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.