Banjir Bandang Terjang Bali, 9 Tewas, 2 Hilang

banner 468x60

DENPASAR, Radarjakarta.id – Bencana banjir bandang melanda Bali sejak Selasa malam (9/9/2025) hingga Rabu (10/9/2025), menelan sedikitnya 9 korban jiwa, 2 orang dinyatakan hilang, serta ratusan warga harus dievakuasi. Tragedi ini memaksa pemerintah menetapkan status tanggap darurat di enam kabupaten/kota.

Data terbaru dari BNPB mencatat, 202 Kepala Keluarga atau 620 jiwa terdampak langsung, sementara 127 titik banjir masih terendam, disertai longsor di 20 titik, pohon tumbang 14 titik, serta dua jembatan putus.

Di balik angka korban, tersimpan kisah memilukan.

Komang Oka Sudiastawa (34), pedagang keliling asal Jembrana yang baru seminggu pindah ke Denpasar, tewas setelah mobilnya terseret arus banjir di Pasar Pengosari, Kuta Utara.

Ni Made Latif (70), warga Gianyar, meregang nyawa saat berusaha menyelamatkan dua anak tetangganya. Ia berhasil mengungsikan anak-anak itu ke lantai atas, namun terjebak ketika tembok rumah roboh diterjang banjir.

Hujan Ekstrem & Fenomena Atmosfer

Menurut BMKG Wilayah III Denpasar, banjir dipicu curah hujan ekstrem dengan intensitas lebih dari 150 mm per hari, yang masuk kategori hujan sangat lebat. Fenomena ini diperkuat oleh gelombang ekuatorial Rossby dan kelembapan tinggi hingga 12.000 meter di atmosfer.

“Fenomena atmosfer ini membuat pertumbuhan awan hujan sangat masif, sehingga hujan deras turun terus-menerus,” ujar BMKG dalam rilis resmi.

Tim SAR Kerahkan Pasukan Gabungan

Kepala BPBD Bali, I Wayan Suryawan, menegaskan pencarian masih berlangsung. “Sampai saat ini operasi pencarian terus dilakukan. Dua orang masih hilang,” ujarnya dalam siaran langsung Kompas TV.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan berjibaku mengevakuasi warga dan menyingkirkan material longsor. Beberapa wilayah sudah mulai surut, namun puluhan desa masih terisolasi.

Kebutuhan Mendesak Mulai Mengalir

Pemerintah Provinsi Bali memastikan posko pengungsian aman, namun mengantisipasi kebutuhan logistik dalam beberapa hari ke depan. “Kami akan membutuhkan alat kesehatan, obat-obatan, selimut, dan logistik tambahan,” tegas Abdul Muhari, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB.

Bali dalam Kepungan Bencana

Banjir ini menjadi salah satu yang terparah dalam satu dekade terakhir di Bali. Selain menelan korban jiwa, bencana ini juga melumpuhkan jalur transportasi, merusak puluhan rumah, serta memutus aliran listrik di sejumlah desa.

Masyarakat diimbau tetap waspada karena hujan diperkirakan masih turun meski intensitasnya berangsur menurun dalam 1–2 hari ke depan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.