Lawan Lupa: Ratu Sinuhun dan Perjuangan Sejarah Perempuan Palembang

banner 468x60

PALEMBANG, RadarJakarta.id
Sumatera Selatan bersiap mencatatkan sejarah baru. Sosok perempuan tangguh dari abad ke-17, Ratu Sinuhun, kini tengah diperjuangkan untuk diakui sebagai Pahlawan Nasional Perempuan pertama dari Sumsel. Usulan ini bukan sekadar bentuk penghormatan terhadap sejarah, tapi juga simbol kebangkitan peran perempuan dalam membentuk peradaban bangsa.

Langkah konkret itu tampak dalam pertemuan strategis yang digelar Jumat (25/7/2025) antara Srikandi Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya dengan jajaran Dinas Sosial Kota Palembang. Pertemuan ini menjadi titik tolak penting menuju pengakuan resmi negara terhadap Ratu Sinuhun yang dikenal sebagai pemimpin cerdas, progresif, dan pelindung hak-hak perempuan.

Srikandi Sriwijaya Bergerak, Pemkot Palembang Dukung Penuh

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Dinsos Palembang, Ketua Umum Srikandi TP Sriwijaya Nyimas Aliah, SE., S.Sos., M.Ikom memimpin langsung rombongan yang terdiri dari pakar hukum adat dan gender Dr. Kunthi Tridewiyanti, sejarawan Dr. Kemas Ari Panji, serta aktivis budaya Genta Tri Laksana.

Mereka disambut hangat oleh Sekretaris Dinsos Junaina dan Kabid Pemberdayaan Sosial Heriyanto, yang menegaskan kesiapan Pemkot Palembang untuk mendukung penuh usulan ini.

“Kami sangat mendukung dan siap mengawal prosesnya hingga ke tingkat nasional. Surat resmi Wali Kota akan segera kami siapkan,” tegas Junaina.

Siapa Ratu Sinuhun?

Menurut Dr. Kunthi, Ratu Sinuhun bukan hanya permaisuri dari Pangeran Sido Ing Kenayan (1636–1642), melainkan tokoh visioner yang menyusun Kitab Oendang-Oendang Simboer Tjahaja—produk hukum yang menjunjung tinggi keadilan, kesetaraan gender, dan perlindungan terhadap perempuan dari kekerasan, termasuk kekerasan seksual.

“Beliau adalah legislator perempuan pertama dalam sejarah Palembang, bahkan Nusantara,” ungkap Dr. Kunthi. “Jauh sebelum dunia bicara soal kesetaraan gender, Ratu Sinuhun telah menjadi pejuangnya.”

Dari sisi silsilah, Ratu Sinuhun juga memiliki garis keturunan langsung dari ulama besar dan bangsawan, bersambung ke Nabi Muhammad SAW melalui jalur Sayyid, yang memperkuat dimensi historis dan spiritual perjuangannya.

Usulan Pahlawan Nasional dalam Proses

Sejarawan Dr. Kemas Ari Panji menekankan pentingnya pembentukan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) sebagai syarat administratif menuju pengusulan resmi ke pemerintah pusat. Ia meminta agar Pemkot segera menerbitkan surat dukungan resmi dan mengalokasikan anggaran penyusunan naskah akademik.

Dinas Sosial menyambut baik permintaan ini dan memastikan proses berjalan dalam waktu dekat.

Perjuangan Panjang Sejak 2022

Ketua Srikandi TP Sriwijaya, Nyimas Aliah, menyebut perjuangan ini telah dimulai sejak tahun 2022. Timnya telah melakukan berbagai pendekatan ke tokoh-tokoh penting, termasuk Wali Kota Palembang dan Gubernur Sumsel H. Herman Deru.

“Ini bukan semata mengenang sejarah, tapi juga mengangkat kembali peran perempuan dalam pembentukan hukum dan budaya di Sumsel. Ini tentang keadilan memori kolektif bangsa,” tegas Nyimas Aliah.

Dengan dukungan akademisi, budayawan, sejarawan, dan pemerintah daerah, pengusulan Ratu Sinuhun sebagai Pahlawan Nasional Perempuan pertama dari Sumatera Selatan kini hanya tinggal menunggu waktu.|Guffe*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.