ASI Eksklusif Tak Cegah Anemia, Ini Penjelasan Dokter

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Air Susu Ibu (ASI) dikenal sebagai asupan terbaik bagi bayi. Namun, anak yang mendapat ASI eksklusif tidak sepenuhnya terhindar dari risiko anemia defisiensi besi (ADB). Apa penyebabnya?

Kondisi umum yang sering terjadi adalah produksi ASI yang tidak mencukupi. Ini bisa dipicu oleh berbagai faktor seperti kelelahan, kondisi kesehatan ibu yang menurun, atau ibu bekerja sehingga terpisah dari bayi. Dalam jangka panjang, hal tersebut dapat menyebabkan berkurangnya produksi ASI.

Tak hanya dari segi kuantitas, kualitas ASI juga memainkan peran penting. Untuk menghasilkan ASI yang kaya nutrisi, ibu perlu memiliki asupan gizi yang seimbang. Sayangnya, banyak ibu tidak menyadari bahwa kualitas ASI mereka bisa menurun seiring waktu, meskipun volume masih dianggap mencukupi.

Menurut Agung Saputra, S.Km., Tenaga Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, dalam kondisi tertentu susu pertumbuhan bisa menjadi alternatif. “Jika produksi ASI tidak mencukupi, dokter dapat menyarankan pemberian susu pertumbuhan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak,” jelasnya.

Dokter spesialis anak, dr. Agnes Tri Harjaningrum, Sp.A., juga menegaskan bahwa meskipun ASI adalah sumber nutrisi terbaik, kandungan zat besinya akan menurun saat bayi memasuki usia enam bulan. “Secara teori, di usia enam bulan cadangan zat besi dalam ASI mulai menurun, padahal kebutuhan zat besi anak justru meningkat,” ujarnya.

Oleh karena itu, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang kaya zat besi sangat penting. Salah satu sumbernya bisa berupa susu pertumbuhan yang telah difortifikasi. “Anak yang minum susu formula umumnya sudah mendapatkan zat besi tambahan. Tapi untuk anak yang mengandalkan ASI, asupan zat besi dari MPASI harus benar-benar diperhatikan,” jelas dr. Agnes.

Ia juga menekankan bahwa anemia defisiensi besi bisa berdampak serius jika tidak segera ditangani. “Penelitian menunjukkan ADB dapat menurunkan IQ anak hingga 8–9 poin. Kalau tidak dikoreksi sejak dini, dampaknya bisa bertahan hingga remaja,” tambahnya.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.