Pemkot Depok Canangkan MTs Swasta Gratis, Perluas Akses Pendidikan bagi Warga Kurang Mampu

banner 468x60

DEPOK, RadarJakarta.id – Pemerintah Kota Depok kembali menunjukkan komitmennya dalam pemerataan akses pendidikan. Setelah sukses merintis program Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta gratis, kini giliran Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta yang menjadi sasaran program pendidikan tanpa biaya.

Wali Kota Depok Supian Suri secara resmi mencanangkan program Rintisan MTs Swasta Gratis dalam seremoni penandatanganan kerja sama antara Pemkot Depok dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Jumat pagi (28/6), di Kantor Dinas Pendidikan.

“Alhamdulillah, hari ini kita kembali membuat langkah maju dengan menandatangani kesepakatan bersama Kemenag untuk menghadirkan MTs swasta gratis di Depok. Ini adalah bagian dari komitmen kita untuk memastikan semua anak Depok bisa bersekolah, tanpa terkendala biaya,” ujar Supian Suri.

Sebelumnya, Pemkot Depok telah menggandeng 33 SMP swasta dalam program serupa. Kini, program ini diperluas ke MTs, sebagai bagian dari sekolah di bawah naungan Kemenag, demi memberikan pilihan pendidikan yang beragam kepada masyarakat.

Target 10 MTs Swasta Gratis

Program ini menargetkan sedikitnya 10 madrasah swasta non-terpadu yang akan difasilitasi untuk menggratiskan biaya pendidikan. Fokus utamanya adalah madrasah yang belum berkembang pesat namun memiliki potensi besar dalam mendukung pendidikan masyarakat.

“Kita ingin memberikan peluang yang setara bagi madrasah, khususnya MTs swasta, agar juga bisa berperan dalam menyelenggarakan pendidikan gratis. Ini adalah bagian dari prinsip keadilan sosial,” tambah Wali Kota.

Prioritas untuk Siswa Kurang Mampu

Kepala Kantor Kemenag Kota Depok, Enjat Mujiat, menyatakan bahwa sasaran utama program ini adalah madrasah yang tidak memungut biaya tinggi dan terbuka untuk semua kalangan.

“Yang kita prioritaskan adalah siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini bukan untuk madrasah besar yang sudah mandiri, tapi untuk yang benar-benar membutuhkan dukungan,” jelas Enjat.

Menurutnya, inisiatif ini adalah wujud kolaborasi antara Kemenag dan Pemkot Depok dalam menghadirkan keadilan pendidikan di tingkat menengah pertama.

“Kami ingin pastikan tak ada anak Depok yang putus sekolah hanya karena soal biaya,” pungkas Enjat.,| Aji*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.