Saiful Huda: Haidar Alwi Dinilai Lebih Layak Gantikan Hasan Nasbi

banner 468x60

Saiful Huda Ems (SHE), Lawyer dan Analis Politik

RADAR JAKARTA | JAKARTA – Mundurnya Hasan Nasbi dari posisi Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO) pada Selasa (29/4/2025) tampaknya tidak mengejutkan bagi banyak pengamat politik. Pernyataan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu yang menyebut komunikasi politik istana “buruk dan mengecewakan” sudah memberi sinyal bahwa perubahan besar di tubuh istana hanya tinggal menunggu waktu.

Hasan Nasbi dianggap sebagai salah satu figur yang sering melakukan blunder dalam komunikasi politik. Pernyataannya yang provokatif terkait demo mahasiswa dan respons tidak empatik terhadap insiden teror politik membuat citra pemerintah merosot di mata publik. Tak heran jika belakangan ini Hasan disebut sudah “masuk kotak” alias tak lagi dipercaya di lingkaran dalam istana.

Situasi ini juga terjadi di tengah meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap peran Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan mantan Presiden Jokowi yang dianggap terlalu banyak ikut campur. Menurut analis politik Saiful Huda Ems (SHE), Presiden Prabowo kini sedang menyusun ulang barisan dengan memilih orang-orang baru yang tidak memiliki irisan politik dengan Jokowi maupun Gibran.

“Prabowo adalah sosok dengan naluri intelijen dan strategi politik tingkat tinggi. Ia mulai mengambil langkah halus, bahkan misterius,” ujar SHE. Salah satu contohnya adalah pengiriman Jokowi ke Vatikan, yang disebutnya sebagai langkah politis untuk menjauhkan Jokowi dari pusat perhatian dalam negeri.

SHE juga menilai, banyak tokoh masyarakat dan akademisi kini mulai menjauh dari Jokowi, merasa kecewa atas janji-janji yang tidak ditepati. Yang tersisa mendukung Jokowi, katanya, hanya “relawan-relawan rasa preman” dan masyarakat awam politik.

Di tengah upaya penataan ulang pejabat strategis negara, SHE mengusulkan nama Dr. Haidar Alwi sebagai calon pengganti Hasan Nasbi. “Bang Haidar itu bukan hanya komunikator ulung, tapi juga ilmuwan yang memiliki pandangan luas tentang kekayaan Indonesia,” tulis SHE.

Menurut SHE, Haidar Alwi bisa membawa angin segar dalam komunikasi politik istana. Ia juga diyakini bisa menyumbangkan ide-ide strategis, termasuk soal pengelolaan kekayaan alam dan upaya melunasi utang luar negeri. SHE menambahkan bahwa kehadiran Haidar dapat memulihkan hubungan emosional pemerintah dengan rakyat melalui komunikasi yang lebih sejuk dan solutif.

Menutup opininya, SHE menyinggung reputasi buruk Jokowi di mata publik internasional dan menyinggung laporan OCCRP yang menyebut Jokowi dalam daftar kandidat mantan pemimpin terkorup. “Sudah saatnya Presiden Prabowo bergerak maju dengan tim yang bersih dan visioner,” tutupnya.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.