Radarjakarta.id | JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) yang juga calon wakil presiden nomor urut 03 Mahfud MD menyatakan akan mundur dari Kabinet Indonesia Maju. Langkah ini diambilnya sebagai bentuk protes keras dan kritik moral.
“Nunggu timing (mundur dari jabatan). Dengan rasa hormat kepada Pak Jokowi tanpa menyinggung siapapun tapi saya ingin memberikan pelajaran etika politik,” ucap Mahfud dalam acara ‘Tabrak Prof’ di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/1/2024).
Dia juga menegaskan akan mundur dari jabatan secara profesional. Opsi mundur tersebut, kata Mahfud, telah didiskusikan dengan calon presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo.
“Saya juga ingin memberi contoh kalau saya ini menjadi calon wakil presiden masih merangkap. Apakah saya akan menggunakan kedudukan saya untuk memanfaatkan fasilitas negara atau tidak, ini sudah tiga bulan saya lakukan. Saya tidak pernah menggunakan fasilitas negara,” ucap Mahfud.
Dia mencontohkan ketika peserta Pilpres melakukan kunjungan kampanyenya biasanya disambut atau dijemput oleh pejabat daerah, hal tersebut yang secara tidak langsung telah menggunakan fasilitas negara di dalamnya.
“Karena itu mari kita jadikan tanggal 14 Februari sebagai pengadilan rakyat, pilihlah pemimpin yang tidak menyalahgunakan kekuasaan, dan tidak juga menyebut fasilitas negara itu sebagai pemberian personal, karena itu adalah milik negara,” tandasnya.
Tabrak, Prof! ditayangkan secara langsung melalui Instagram @mohmahfudmd, TikTok @mohmahfudmdofficial, dan YouTube Mahfud MD Official. | Eka*











