Dudung dan Rizieq Shihab, Adu Pernyataan Soal “Jenderal Baliho”

banner 468x60

Kepala Staf Kepresidenan menegaskan tak terlibat dalam narasi Presiden, sekaligus mengingatkan pentingnya keteduhan di tengah situasi global

JAKARTA, Radarjakarta.id – Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurrachman, membantah tudingan Rizieq Shihb terkait sosok “Jenderal Baliho” yang disebut memengaruhi Presiden Prabowo Subianto dalam menyampaikan pandangan mengenai isu Yaman.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dudung menegaskan, pernyataan Presiden merupakan bagian dari sikap resmi negara yang tidak dipengaruhi pihak tertentu. “Narasi yang berkembang itu bukan berasal dari saya,” ujarnya di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Ia mengimbau semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, untuk menjaga suasana kondusif dan tidak memicu polemik di ruang publik. Menurut Dudung, perbedaan pandangan seharusnya disampaikan dengan cara yang menyejukkan.

“Sebagai tokoh, apalagi ulama, sebaiknya mengedepankan sikap yang menenangkan dan tidak memprovokasi,” kata Dudung.

Lebih lanjut, Dudung menilai stabilitas nasional perlu dijaga bersama, terutama di tengah dinamika global yang berdampak pada berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga keamanan. Pemerintah, kata dia, saat ini berupaya menjaga keseimbangan tersebut di bawah kepemimpinan Presiden.

Dudung juga menyinggung bahwa hubungannya dengan Rizieq tidak lagi memiliki persoalan. Ia mengingatkan kembali polemik masa lalu terkait Front Pembela Islam (FPI), yang menurutnya merupakan bagian dari kebijakan pemerintah saat itu.

“Tindakan yang dilakukan kala itu melalui proses dan keputusan resmi negara,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Dudung berharap semua elemen bangsa dapat mengedepankan persatuan dan tidak menghidupkan kembali narasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.