BEKASI, Radarjakarta.id – Kebersamaan dan kehangatan terasa dalam reuni akbar alumni TKK Indra Rini angkatan 1979, SDK Indra Siswa angkatan 1985, hingga SMPK Indra Prastha Bondowoso angkatan 1988. Kegiatan yang telah memasuki reuni kelima ini berlangsung selama dua hari di Utama Raya Beach, menjadi momen berharga untuk kembali merajut silaturahmi yang telah terjalin sejak masa kanak-kanak.
Suasana penuh haru dan tawa mewarnai setiap rangkaian acara. Kenangan masa sekolah kembali dihidupkan melalui tayangan foto dan video lama yang diputar di layar besar. Momen tersebut semakin terasa emosional dengan iringan lagu “Cuma Kamu”, yang dibawakan oleh Hennie Purwantie atau yang akrab disapa Icha—salah satu alumni yang kini dikenal sebagai penyanyi dan mantan presenter televisi.
Bagi para sahabatnya, Icha bukan sosok asing dalam dunia seni sejak dulu. Elvira, rekan alumni yang datang dari Surabaya, mengenang Icha sebagai pribadi yang aktif dan penuh energi sejak kecil. “Dulu dia sangat lincah, apalagi saat bermain voli. Kami berharap di reuni berikutnya, rencana 2028 di Bali, Icha bisa hadir bersama kami,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Dr. Maria Irmina Prasetiyowati. Ia mengingat Icha sebagai sosok yang memang memiliki kecintaan pada dunia tarik suara sejak masa sekolah. “Dulu dia sering menyanyi dengan gaya khasnya. Jadi tidak heran kalau akhirnya menekuni dunia musik. Lagu ‘Cuma Kamu’ yang kami putar ini bukan hanya bentuk apresiasi, tapi juga menggambarkan makna kebersamaan kami—teman yang selalu ada,” ungkapnya.
Bagi Icha sendiri, momen tersebut menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Ia mengaku terharu karena lagu yang pernah dirilis puluhan tahun lalu masih memiliki tempat istimewa di hati teman-temannya. “Ini sangat membanggakan. Lagu itu seperti menjadi bagian dari identitas kebersamaan kami di ‘We Are One’,” katanya.
Komunitas “We Are One” memang memiliki keunikan tersendiri. Ikatan yang terjalin sejak taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama menjadikan hubungan para alumni terasa begitu dekat dan istimewa. Meski kesibukan membuat sebagian anggota tak selalu bisa hadir, semangat kebersamaan tetap terjaga.
“Ini bukan sekadar reuni, tapi ruang untuk kembali menjadi diri kita yang dulu—bercerita, tertawa, dan melepas penat dari rutinitas,” tambah Icha.
Ia pun berharap kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi tradisi yang berkelanjutan. Rencana reuni berikutnya pada 2028 pun sudah mulai digaungkan, sebagai bentuk komitmen menjaga ikatan persahabatan lintas waktu.
Di luar kegiatan reuni, Icha kini aktif di dunia properti dan baru merintis usaha kuliner dengan membuka rumah makan Minangyok di kawasan Cibubur. Namun di tengah kesibukannya, ia menegaskan bahwa “We Are One” akan selalu memiliki tempat khusus di hatinya.
Reuni ini bukan sekadar pertemuan, melainkan pengingat bahwa waktu boleh berlalu, tetapi kenangan dan persahabatan sejati akan selalu menemukan jalannya untuk kembali.











