Radarjakarta.id | JAKARTA – Dewan Pakar TKN Prabowo Gibran bidang Penguatan Kesetaraan Gender, Perlindungan Hak Perempuan, Anak dan Penyandang Disabilitas Harizah Mangkunegara menanggapi pernyataan Machfud MD: “Suami yang korupsi, istri yang salah.”
Fakta empiris menunjukkan, para koruptor rata-rata tidak ada yang kekurangan harta. Mayoritas pelaku korupsi adalah para pegawai atau pejabat pemerintahan yang menempati posisi strategis. Seseorang yang korupsi pada dasarnya serakah dan tak pernah puas. Keserakahan didukung dengan kesempatan, maka terjadilah tindak pidana korupsi.
“hidup mereka sudah enak, gaji besar, rumah dan mobil lebih dari satu mewah pula. Ada bahkan yang punya istri dan memelihara ‘Sugar Candy’ hidup hedon dan Flamboyan.” Jadi kalau suami melakukan korupsi ya bukan salah istrinya dong, ini soal integritas dan moral yang rendah.” Tegas pengusaha yang juga pengurus inti Relawan Pengusaha Muda Nasional (REPNAS) ini.
“Pernyataan cawapres mahfud md terkesan menyudutkan kaum perempuan. Padahal jika saja peran isteri sebagai rabbatul bait (manajer rumah tangga) sudah dijalankan dengan optimal, semisal mengatur keuangan rumah tangga dan lainnya sudah maksimal dilakukan seorang istri, tetap saja korupsi akan terjadi bila si pelaku memang punya tabi’at koruptif,” jelasnya.
“Jadi tidak adil jika mengeneralisir sebagai kesalahan istri jika suami korupsi. Biasakan refleksi diri sendiri dulu, dan salahkan si pelaku utamanya” sanggah Srikandi Repnas ini. | Eva*










