Viral! Bocah SD di Medan Diseret Maling Puluhan Meter Demi HP

banner 468x60

MEDAN, Radarjakarta.id – Media sosial diguncang video mencekam sekaligus mengharukan. Seorang bocah perempuan yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar di Medan nekat mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan telepon genggam miliknya dari tangan pencuri. Aksi berani itu berujung tragis: tubuh mungilnya terseret sepeda motor pelaku hingga puluhan meter di atas aspal.

Peristiwa memilukan ini menimpa Jovita Vianitan (9), siswi kelas 3 SD yang tinggal di kawasan Lorong 36, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Dalam rekaman CCTV dan video yang viral, Jovita tampak masih mengenakan seragam merah putih saat berusaha menggagalkan aksi pencurian di rumahnya, Sabtu siang (10/1/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kejadian bermula sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu rumah dalam kondisi sepi karena ayah korban, Darfan (52), sedang menuju sekolah untuk menjemput putrinya. Tanpa disadari, Jovita sudah pulang lebih dulu. Ketika hendak ke kamar mandi, ia mendengar suara pintu terbuka dan mengira ayahnya telah tiba. Dugaan itu sirna seketika saat ia melihat seorang pria asing bertubuh besar menggasak tas berisi uang dan handphone dari dalam rumah.

Tanpa pikir panjang, bocah 9 tahun itu langsung berlari mengejar pelaku hingga ke halaman. Dengan keberanian yang jauh melampaui usianya, Jovita memegangi besi belakang sepeda motor pelaku sambil berteriak meminta handphone-nya dikembalikan. Namun bukannya berhenti, pelaku justru menoleh sekilas lalu tancap gas, menyeret tubuh Jovita di atas jalanan kasar sejauh sekitar 20 meter.

Ada tarik-menarik, tapi pelaku malah mempercepat motor. Anak saya terseret aspal, lututnya berdarah,” ujar Darfan, lirih, saat menceritakan ulang kejadian yang nyaris merenggut nyawa putrinya.

Ia mengaku gemetar ketika melihat rekaman CCTV yang menunjukkan anaknya terseret tanpa ampun.
Setelah menyeret korban beberapa meter, pelaku akhirnya berhenti. Dalam kondisi panik, ia sempat mengembalikan handphone sebelum kabur membawa tas berisi uang Rp100 ribu. Jovita berlari pulang sambil menangis, tubuhnya penuh debu, seragam sekolah robek, dan kaki terluka.
Insiden ini langsung menyulut kemarahan dan simpati publik.

Warga sekitar mengaku syok sekaligus kagum atas keberanian korban. Sementara itu, Jovita mengalami luka lecet di kedua lutut dan trauma mendalam, meski kondisinya kini berangsur membaik dan dirawat keluarga.
Awalnya pihak keluarga hanya melapor ke lingkungan setempat.

Namun setelah mempertimbangkan bahaya yang ditimbulkan, Darfan memastikan kasus ini resmi dilaporkan ke polisi. “Bukan soal uang. Ini bisa menghilangkan nyawa anak saya,” tegasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Polisi menyatakan identitas pelaku sudah dikantongi dan saat ini tengah diburu. “Pelaku sudah teridentifikasi. Mohon doanya agar segera tertangkap,” ujarnya singkat.

Aksi heroik Jovita kini menjadi simbol keberanian sekaligus peringatan keras tentang brutalnya kejahatan yang mengincar siapa saja, bahkan anak-anak. Video itu terus menyebar luas, memicu desakan publik agar aparat bertindak tegas dan cepat demi keadilan bagi sang bocah pemberani.|Dita*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.