Lagu “Siti Mawarni” Viral, Angkat Isu Narkoba di Sumatera Utara

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id  – Jagat media sosial mendadak riuh oleh kemunculan lagu berjudul Siti Mawarni yang melesat viral di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, hingga Threads. Nama “Siti Mawarni” bahkan langsung meroket di pencarian Google Trends pada Jumat, 24 April 2026, memicu rasa penasaran publik: siapa sosok di balik nama tersebut?

Namun di balik popularitasnya, lagu ini bukan sekadar tren hiburan biasa. Karya yang digubah oleh Amin Wahyudi Harahap asal Labuhanbatu ini justru memuat kritik sosial tajam terkait maraknya peredaran narkotika, khususnya sabu-sabu di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Liriknya lugas, emosional, dan penuh nada keprihatinan yang dianggap mewakili keresahan masyarakat.

Penggalan lirik seperti, “Sabu banyak di Sumut ya Allah, bandar sabu kaya semua, kalau yang backing sabu ya Allah cepat cabut nyawanya,” menjadi sorotan utama. Kalimat tersebut dinilai sebagai bentuk kemarahan publik terhadap kondisi yang dianggap semakin mengkhawatirkan, bahkan menyiratkan dugaan adanya pihak-pihak yang melindungi bisnis ilegal tersebut.

Meski menuai beragam tafsir, Polda Sumatera Utara menegaskan tidak merasa tersindir oleh lagu tersebut. Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyatakan pihaknya justru melihat lagu ini sebagai bentuk perhatian dan dukungan masyarakat terhadap upaya pemberantasan narkoba.

“Kami tidak menganggap ini sebagai kritik negatif. Justru ini menjadi energi tambahan bagi kami untuk terus memperkuat penindakan terhadap narkotika,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ferry juga menegaskan bahwa Polda Sumut selama beberapa tahun terakhir termasuk institusi yang aktif dalam mengungkap jaringan narkotika. Ia menilai, karya seni seperti lagu Siti Mawarni dapat menjadi medium aspirasi publik selama membawa pesan yang konstruktif.

Fenomena viral ini sekaligus menjadi alarm sosial. Lagu Siti Mawarni dipandang bukan sekadar karya musik, melainkan representasi suara rakyat yang selama ini terpendam. Penggunaan nama “Siti Mawarni” sendiri bukan merujuk pada individu tertentu, melainkan simbol dari masyarakat luas yang merasakan dampak peredaran narkoba.

Dengan lirik sederhana namun menghentak, lagu ini menyatukan doa, kritik, dan harapan dalam satu narasi kuat. Tak heran jika dalam waktu singkat, Siti Mawarni menjelma menjadi lebih dari sekadar lagu—ia berubah menjadi gerakan kultural yang menggugah kesadaran publik terhadap bahaya narkotika, |Budi Doremi*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.