JAKARTA, Radarjakarta.id – Film horor berjudul Tragedi di Tanah Dayak sukses mencuri perhatian publik bahkan sebelum penayangannya. Produksi rumah produksi Trazz Production bersama Borneo Pictures ini disebut telah meraih jutaan penonton di media sosial.
Film yang disutradarai Tarmizi Abka dan diproduseri oleh Andri An, Tarmizi Abka, serta Irma Rachim ini mengambil lokasi syuting di pedalaman Desa Kinipan, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
“Lokasi syutingnya di pedalaman Desa Kinipan, wilayah Suku Dayak Sampit. Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar enam jam dari kota,” ujar Irma Rachim.
Film ini juga mendapat sambutan hangat dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat, yang turut mendukung proses produksi.
Salah satu daya tarik film ini adalah kehadiran pendatang baru Jalu Adinagoro yang dikenal dengan nama Ahoy. Ia memerankan tokoh penting sebagai kepala suku Dayak.
“Ini film pertama saya. Awalnya sempat grogi saat pengambilan gambar, tetapi karena tim sangat kompak, saya bisa menjalaninya dengan lancar,” ungkap Ahoy.
Ia mengaku perannya sebagai kepala suku terasa menyatu, terlebih dengan penggunaan pakaian adat dan lokasi syuting yang autentik di tanah Dayak.
“Syuting langsung di tanah Dayak asli, di Kinipan, Kalteng. Itu pengalaman yang sangat seru,” tambahnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan selama proses produksi, Ahoy mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat setempat.
“Masyarakat Dayaknya ramah. Bahkan rumah mereka bisa dipakai untuk menginap. Perjalanan ke lokasi memang cukup berat, sekitar enam jam dari kota, tapi pengalaman ini luar biasa,” tuturnya.
Sementara itu, Irma Rachim menyebut antusiasme publik terhadap film ini sudah terlihat dari tingginya jumlah penonton di media sosial.
“Konten film ini di media sosial sudah ditonton jutaan kali. Kita tunggu saja tanggal tayangnya,” pungkasnya.











