Sementata itu Rendy Umboh, Peneliti Komite Pemilih Indonesia melihat, penunjukan Gibran sebagai Cawapres tidak ada kaitan dengan muda atau tua seperti yang diperdebatkan belakangan ini. Penunjukan Gibran lebih pada simbol kekuatan politik karena anak Jokowi. Seperti diketahui menjelang Pemilihan Presiden 2024 terjadi diskusi menebak kemana arah dukungan Jokowi.
“Kemarin ribut-ribut orang berdebat soal kemana arah dukungan Jokowi? Mendukung Prabowo atau Ganjar yang satu partai dengan Jokowi? Orang bisa mengatakan, Gibran adalah simbol kemana arah dukungan Jokowi,” kata Rendy.
Dalam Pengamatan Rendy, jika melihat dua tahun belakang atau, setidaknya, setahun ini ada upaya sangat serius dari Prabowo mendekatkan diri kepada Jokowi. Orang bisa melihat, meskipun Prabowo sudah menjadi menterinya Presiden Jokowi sejak 2019 tetapi setahun ini tampak lebih aktif mendekatkan diri dengan Jokowi.
Tentang ukuran usia muda dalam isu politik belakangan ini, menurut Rizal, jangan dilihat dari umurnya tetapi cara memahami apa itu muda. Yang utama dari politisi adalah mampu menjaga hati nurani dari godaan kemapanan.
“Sukarno mendirikan partai di usia 25, Mohamad Hatta juga masih sangat muda, seusialah. Lebih muda lagi Semaun mendirikan partai buruh pada usia 13 tahun. Meskipun usianya sangat muda tetapi pemikiran dan jejak mereka dalam perjuangan tercatat dalam sejarah karena kehebatannya. Jadi jangan lihat usia tetapi kinerjanya,” kata JJ Rizal. | Eka*











