Gibran menjadi Cawapres berpasangan dengan Capres Prabowo Subianto keduanya terpaut usia cukup jauh. Prabowo usia 72 tahun sedangkan Gibran baru 36 tahun atau saat ia lahir Prabowo sudah menjadi Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328, pasukan para raider di Kostrad.
Menurut Saidiman, banyak elit memandang representasi dari kalangan anak muda ini penting. Karena, harus diakui, dalam politik kita sekarang, atau di dalam postur populasi kita sekarang, kalangan muda ini sangat banyak. Untuk Pemilu 2024 ini diperkirakan sekitar 59% atau bahkan 60% lebih pemilih berasal dari generasi yang disebut sebagai generasi milenial. Tetapi jika pemikiran elite tersebut menjadi alasan mengambil Gibran karena usianya masih muda adalah tidak tepat.
Menjadi pertanyaan, betulkah anak-anak muda kita ini memang yang disebut representasi dari mereka itu adalah sentiment pada usia atau pada hal lain? Dari survey yang dilakukan SMRC ternyata tidak demikian faktanya, secara pemikiran tidak terlalu berbeda dengan populasi secara umum atau yang yunior maupun senior. Sebagai contoh adalah persentase anak muda yang merespon kinerja Presiden Jokowi cukup besar.
“Kita ketahui sekitar 80℅ rakyat puas dengan kinerja Jokowi sebagai presiden yang usianya jauh diatas generasi milenial. Ini membuktikan generasi Z menyukai kerja orang tua seperti Jokowi. Masyarakat Indonesia yang puas dengan kinerja Jokowi sekitar 75-80%. Dari jumlah tersebut dapat dikatakan, generasi Z yang puas dengan kinerja Jokowi sekarang adalah 83℅. Generasi yang usianya 20 atau 25 tahun ke bawah,” ungkap Saidiman.
Jika dikatakan anak muda apatis dengan politik, masih menurut Sadiman ternyata juga tidak. Ada yang mengatakan bahwa Gibran dijadikan Cawapres merupakan representasi kalangan muda juga tidak tepat. Sebuah lembaga survei awal October 2023 lalu memperlihatkan bahwa tingkat elektabilitas Mahfud MD lebih tinggi dibanding Gibran yang anak muda.
“Ada beberapa isu yang menjadi perhatian anak muda. Yaitu kinerja dan Mahfud MD terlihat punya rekam jejak yang lebih berintegritas. Gibran mungkin belum bisa kita ukur sekarang karena jadi walikota baru sekitar 2 tahun. Jika dikatakan banyak pembangunan di Kota Solo selama kepemimpinan Gibran orang pun tau itu kebijkan pusat yang diarahkan ke Solo,” kata Saidiman.











