JAKARTA, Radarjakarta.id – Rumah produksi GEMA Picture menggelar syukuran kantor baru sekaligus menandai dimulainya persiapan dua film layar lebar yang ditargetkan tayang di bioskop pada 2027. Kedua film tersebut adalah Tuyul Second dan Personal Berondong.
Syukuran digelar di kantor baru GEMA Picture yang berada di kawasan Cibubur, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran produksi untuk memanjatkan doa sekaligus mengawali tahapan baru perjalanan GEMA Picture di industri perfilman.
Acara dihadiri Executive Producer Kamisah alias Ibu Lisa dan Billy Noval Hasan, Produser Tuyul Second Adhi Kartiwa, Sutradara Tuyul Second Indrayanto, serta Harris Cinnamon selaku produser sekaligus sutradara Personal Berondong.
Sejumlah calon pemain yang dipersiapkan untuk proyek GEMA Picture juga turut hadir, antara lain Ozi Saputra, Sinta Bachir, Pamela, Vista Putri, Seruni Bahar, Vera Borneo, Neta Gabrinev, Dias, Risma Akademisi Indosiar, Jamed, dan Lucky Moniaga.
Executive Producer GEMA Picture, Lisa mengatakan, syukuran tersebut menjadi bagian dari doa bersama sebelum proses produksi dimulai.
“Pada hari ini kami GEMA Picture berdoa untuk hajat memulai film produksi Tuyul Second. Semoga film ini bisa mulai syuting di bulan Oktober dan bisa membuat opini baru di dunia industri film Indonesia, khususnya film bergenre komedi,” ujarnya.
Tuyul Second Mulai Syuting Oktober
Salah satu proyek yang tengah dipersiapkan adalah Tuyul Second. Film garapan sutradara Indrayanto dan produser Adhi Kartiwa itu mengusung genre horor komedi dan ditargetkan mulai menjalani proses syuting pada Oktober 2026.
Adhi mengatakan pemilihan genre tersebut dilakukan dengan melihat perkembangan film horor komedi di Indonesia. Meski membawa unsur hiburan, cerita Tuyul Second juga akan bersinggungan dengan persoalan kehidupan masyarakat.
“Kalau saya memilih genre komedi dengan melihat sisi kehidupan perfilman yang hari ini lagi bagus-bagusnya untuk genre horor komedi,” kata Adhi.
Sosok tuyul dalam film tersebut tidak hanya digunakan sebagai unsur mistis. GEMA Picture juga mengaitkannya dengan kondisi ekonomi dan keinginan seseorang mendapatkan kekayaan melalui jalan pintas.
“Kalau bicara soal tuyul, tuyul itu sebenarnya hadir berhubungan dengan kondisi ekonomi seseorang, jalan pintas. Kita bisa menertawakan kondisi kita, kondisi ekonomi kita, dan segala macam hal itu bisa kita ungkapkan dengan cara yang sangat ringan dan menghibur,” ujar Adhi.
Salah satu persoalan yang diangkat adalah fenomena pinjaman online atau pinjol. Melalui cerita tersebut, GEMA Picture ingin menyampaikan pesan mengenai konsekuensi ketika seseorang menjadikan pinjol sebagai jalan keluar dari persoalan ekonomi.
“Di film ini kita memberikan suatu edukasi, bekerja dengan tenaga dan pikiran kita masing-masing. Jangan selalu mengandalkan pinjol, karena semakin terjerat semakin lama semakin akan membunuh kita juga. Bukan mengatasi masalah, tapi memperbanyak masalah,” tuturnya.











