JAKARTA, Radarjakarta.id – Upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga terus menjadi fokus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Salah satu langkah nyata dilakukan Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan menggelar Pengembangan Kewirausahaan bagi Kader PKK (Pelatihan Penumbuhan Wirausaha Baru Komoditas Makanan Olahan Daging) Tahun 2026 yang dilaksanakan secara bertahap di delapan kecamatan.
Program ini menjadi bagian dari strategi mendorong lahirnya pelaku usaha baru berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas perempuan agar mampu berkontribusi dalam memperkuat perekonomian keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Salah satu pelaksanaan pelatihan berlangsung di RPTRA Tanah Abang 3, Kecamatan Gambir pada hari Selasa 4 Agustus 2926 sore dengan melibatkan kader PKK sebagai peserta utama. Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mengolah daging menjadi berbagai produk makanan bernilai tambah yang memiliki peluang besar untuk dipasarkan.
Selain mempelajari teknik pengolahan pangan, para peserta juga mendapatkan motivasi dan wawasan kewirausahaan agar mampu melihat peluang bisnis, mengembangkan produk yang kompetitif, hingga membangun usaha mandiri yang berkelanjutan.
Kepala Suku Dinas PPAPP Kota Administrasi Jakarta Pusat, Novia Silmiati, mengatakan bahwa pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas kewirausahaan merupakan salah satu upaya penting dalam menciptakan keluarga yang tangguh dan mandiri secara ekonomi.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap kader PKK tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah daging menjadi produk bernilai jual, tetapi juga memiliki keberanian untuk memulai usaha baru,” ucapnya.
Novia Silmiati menyebutkan, pelaksanaan kegiatan di delapan kecamatan merupakan bentuk komitmen kami agar manfaat program ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Dengan demikian, para kader dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di lingkungannya,” ujar Novia.
Menurut Novia, kader PKK memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak pemberdayaan masyarakat di tingkat wilayah. Karena itu, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti pada peserta saja, tetapi dapat diteruskan kepada warga lainnya melalui berbagai kegiatan pembinaan di lingkungan masing-masing.
Dengan pendekatan tersebut, manfaat program diharapkan semakin luas, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem kewirausahaan berbasis komunitas yang mampu membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pelaksanaan pelatihan secara bertahap di delapan kecamatan juga menjadi bukti komitmen Sudin PPAPP Jakarta Pusat untuk memastikan akses pembinaan kewirausahaan dapat dirasakan secara merata.
Setiap wilayah diharapkan mampu mengembangkan produk unggulan sesuai potensi lokal sehingga dapat memiliki daya saing di pasar.
Melalui program ini, Sudin PPAPP Kota Administrasi Jakarta Pusat optimistis akan lahir semakin banyak wirausaha baru dari kalangan kader PKK yang mampu mengembangkan usaha berbasis olahan pangan, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Jakarta yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera.











