Starbucks Malaysia Geger, Barista Hina Turis China di KLIA: Bodoh!

banner 468x60

KUALA LUMPUR, Radarjakarta.id – Dunia maya meledak! Sebuah video singkat memperlihatkan barista Starbucks Malaysia di Terminal 2 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) menghina turis asal China dengan sebutan “bodoh”. Rekaman itu viral secepat kilat dan langsung memicu badai kecaman publik.

Turis tersebut awalnya mencoba memesan minuman dengan bantuan penerjemah AI di ponselnya, lantaran kesulitan berbahasa Inggris. Namun, bukannya dilayani dengan ramah, ia justru mendapat cibiran kasar. Sang barista terdengar bergumam melecehkan pelanggan dengan kata “bodoh” dalam bahasa Melayu. Ucapan itu mungkin lirih, tetapi kamera ponsel menangkapnya jelas—dan dari situlah reputasi Starbucks Malaysia hancur dalam hitungan jam.

Publik Murka, Starbucks Kena Semprot

Netizen dari berbagai negara ramai-ramai menghantam Starbucks Malaysia. Aksi barista itu dianggap arogan, tidak berempati, dan mempermalukan citra Malaysia sebagai pusat pertemuan budaya internasional.

“Di bandara besar seperti KLIA, interaksi lintas budaya seharusnya dijunjung, bukan malah dihina,” tulis salah satu komentar yang viral.

Starbucks Panik, Barista Dipecat Kilat

Tak mau api meluas, manajemen Starbucks Malaysia bergerak cepat. Dalam pernyataan resmi di Facebook, mereka menegaskan tindakan barista tersebut tidak mencerminkan nilai perusahaan.

“Setelah peninjauan internal menyeluruh, barista bersangkutan telah diberhentikan efektif 21 September 2025,” tegas Starbucks Malaysia.

Selain pemecatan, Starbucks berjanji memperketat pelatihan karyawan soal empati, komunikasi, dan kepekaan budaya, agar insiden memalukan ini tidak terulang lagi.

Netizen Minta Ganti Rugi

Meski langkah tegas sudah diambil, publik menilai sekadar memecat tidak cukup. Banyak warganet menuntut Starbucks memberi kompensasi dan permintaan maaf langsung kepada turis yang dihina.

“Nama baik sudah tercoreng, apalagi turis itu bisa trauma. Starbucks harus tanggung jawab penuh, bukan hanya cuci tangan,” kecam seorang netizen.

Insiden yang Jadi Alarm Global

Kasus ini kini jadi sorotan internasional. Dari media lokal hingga forum global, perdebatan meluas soal standar layanan, diskriminasi budaya, dan arogansi dalam industri jasa. Starbucks Malaysia pun harus berjibaku mengembalikan kepercayaan publik yang terlanjur runtuh gara-gara satu kata singkat: bodoh.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.