JAKARTA, Radarjakarta.id – Pensi sekolah adalah sebuah pentas seni sekolah, yaitu acara pertunjukan yang menampilkan berbagai ekspresi kreatif dan bakat seni dari para siswa. Acara ini merupakan tradisi tahunan di berbagai sekolah di Indonesia dan biasanya diselenggarakan setelah masa ujian selesai atau menjelang pembagian rapor.
Ajang pensi merupakan sebuah wadah kreativitas sebagai tempat menyalurkan minat dan keahlian siswa di bidang non-akademik yang bertujuan untuk melatih mental dan meningkatkan rasa percaya diri siswa untuk tampil di depan umum.
Pensi adalah sebuah eksistensi Sekolah untuk menunjukkan identitas dan prestasi sekolah kepada masyarakat luas.
Pada tahun ini, SMA Negeri 26 Tebet Jakarta Selatan kembali akan menyelenggarakan pensi yang diikuti oleh siswa SMA kelas XII pada Minggu, 23 Agustus 2026 di gedung teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Siswa kelas XII-2 SMA Negeri 26 Jakarta, Tebet, Jakarta Selatan, akan menghadirkan pertunjukan drama teater bertajuk “Les Miserants”.
Pementasan ini mengangkat tema penebusan dosa, ketidakadilan sosial, perjuangan kelas, serta perlawanan terhadap sistem kekuasaan yang menindas. Berlatar Batavia pada abad ke-19, kisah bermula pada tahun 1815 dan mengikuti perjalanan Johan Vander Wijaya, seorang mantan pendiri yang berusaha meninggalkan masa lalunya untuk membangun kehidupan baru.
Johan sebelumnya dikenal sebagai Tahanan 58404 yang menjalani hukuman kerja paksa selama 19 tahun hanya karena mencuri segenggam beras. Setelah bebas, ia mengganti identitasnya menjadi Cornelius hingga akhirnya dipercaya menduduki posisi Wali Kota Batavia.
Alih-alih menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, Cornelius justru memanfaatkannya untuk melindungi dan memperjuangkan kepentingan rakyat.
Namun, perjalanan tersebut tidak mudah. Johan terus diburu Frederik, seorang penegak hukum sekaligus Jenderal Polisi kolonial yang digambarkan kaku dan tidak mengenal kompromi. Konflik semakin memanas ketika Frederik melakukan kudeta dan mengangkat dirinya sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
Di tengah konflik kekuasaan tersebut hadir Helena, seorang janda miskin yang kehilangan suaminya akibat kerja rodi. Demi memenuhi kebutuhan anaknya, Helena berjuang di tengah tekanan kemiskinan. Namun, ia kemudian menjadi korban kekerasan kekuasaan setelah mencuri beras.
Putri Helena, Eleanor, juga memiliki peran penting dalam cerita. Setelah mengalami eksploitasi oleh keluarga Delacroix, Eleanor disimpan dan diadopsi Cornelius. Ketika dewasa, ia bergabung dalam perjuangan rakyat bersama Aditya Wiranegara, seorang pemuda revolusioner yang memimpin gerakan melawan sistem kolonial Hindia Belanda.
Pementasan turut menghadirkan Pauline van der Capellen, putri sulung Gubernur Jenderal Godert van der Capellen, yang menawarkan posisi wali kota kepada Cornelius.










