Rupiah Melemah, Sumut Jadi “Surga Murah” bagi Turis Malaysia-Singapura

banner 468x60

MEDAN, Radarjakarta.id – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing membuka peluang besar bagi sektor pariwisata Sumatera Utara (Sumut). Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya kurs rupiah, kondisi tersebut justru menjadi “angin segar” bagi wisatawan asal Malaysia dan Singapura yang kini memiliki daya beli lebih tinggi saat berlibur ke Indonesia, khususnya kawasan Danau Toba, Medan, Berastagi hingga destinasi wisata bahari di pesisir Sumut.

Nilai tukar rupiah yang berada di bawah tekanan memberikan keuntungan kurs bagi pemegang Ringgit Malaysia (MYR) dan Dolar Singapura (SGD), sehingga biaya hotel, kuliner, transportasi, hingga belanja menjadi lebih terjangkau.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Data kurs perdagangan menunjukkan rupiah mengalami tekanan cukup signifikan sepanjang 2026. Kondisi ini membuat selisih nilai tukar semakin menguntungkan wisatawan dari negara tetangga. Ringgit Malaysia dan Dolar Singapura memiliki nilai tukar yang jauh lebih kuat dibanding rupiah, sehingga satu keluarga wisatawan dapat menikmati liburan lebih lama dengan anggaran yang relatif sama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pengamat pariwisata menilai momentum ini harus dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pelaku industri wisata. Akses penerbangan langsung dari Kuala Lumpur dan Singapura menuju Medan menjadi faktor penting yang berpotensi mendongkrak lonjakan kunjungan wisatawan asing dalam beberapa bulan ke depan.

Danau Toba diprediksi menjadi magnet utama. Selain statusnya sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas, kawasan tersebut menawarkan biaya penginapan, kuliner, dan rekreasi yang relatif murah jika dihitung menggunakan Ringgit Malaysia maupun Dolar Singapura. Wisatawan juga berpotensi meningkatkan belanja produk UMKM lokal, suvenir, hingga wisata kuliner khas Batak.

Namun di sisi lain, ekonom mengingatkan bahwa pelemahan rupiah tetap merupakan tantangan bagi perekonomian nasional. Meski sektor pariwisata berpotensi mendapat berkah, tekanan terhadap harga impor dan stabilitas ekonomi tetap perlu diwaspadai oleh pemerintah dan Bank Indonesia.

Jika promosi dilakukan secara agresif dan konektivitas penerbangan diperkuat, Sumatera Utara berpeluang menjadi destinasi favorit wisatawan Malaysia dan Singapura sepanjang 2026. Ketika rupiah melemah, Sumut justru bisa menuai berkah dari derasnya arus turis mancanegara yang berburu liburan murah dengan pengalaman kelas dunia.|Doel*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.