RADAR JAKARTA – Program Makan Bergizi (MBG) yang diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto bukan hanya bertujuan mengentaskan stunting dan meningkatkan gizi, tetapi juga diyakini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat lokal secara langsung.
Hal ini ditegaskan Anggota Komisi IX DPR RI, Ir. Nuroji, dalam kegiatan sosialisasi MBG bertema “Bersama Mewujudkan Gizi Berkualitas untuk Generasi Indonesia Sehat.”
“MBG ini punya misi besar: menyiapkan SDM unggul, menurunkan stunting, mengurangi kemiskinan, dan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah agar Indonesia Emas 2045 bisa terwujud,” ujar Nuroji.
Pemerintah menargetkan MBG menjangkau tiga kelompok besar penerima manfaat pada Januari–Maret 2025: balita, santri, siswa dari PAUD hingga SMA, serta ibu hamil dan menyusui.
Dengan anggaran fantastis sebesar Rp71 triliun, MBG diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Caranya? Program ini melibatkan UMKM dan koperasi lokal untuk penyediaan bahan baku, pengolahan makanan, hingga pengelolaan dapur komunitas.
“SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) akan membeli langsung dari pedagang lokal, buah, sayur, daging, ikan, beras, semuanya diprioritaskan dari hasil pertanian daerah setempat,” tambahnya.
Lebih dari sekadar distribusi makanan, MBG juga membuka peluang ekonomi baru lewat pemanfaatan limbah makanan. Sisa makanan bisa diolah menjadi kompos atau bahan industri maggot mendukung terciptanya ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Petugas dapur MBG pun diambil dari warga lokal. Bahkan, dapur-dapur UMKM yang sudah ada bisa langsung diberdayakan tanpa harus membangun baru.
Tenaga Ahli Promosi dan Edukasi Badan Gizi Nasional (BGN), Dedi Suprijadi, menekankan bahwa program ini adalah upaya serius untuk memenuhi gizi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas SDM secara nasional.
BGN sendiri merupakan lembaga non-kementerian yang dibentuk pada Agustus 2024 dan didedikasikan khusus untuk menangani isu gizi nasional. Meski baru terbentuk, BGN berkomitmen mempercepat realisasi program strategis nasional seperti MBG.
| Aji*
Program Makan Bergizi (MBG) Dorong Ekonomi Rakyat, Anggaran Rp71 Triliun Siap Gairahkan UMKM Lokal










