Prof Henry Apresiasi Komitmen Kapolri Berantas Narkoba, Dorong Jaringan Bandar Dibongkar hingga Akar-akarnya

Pengamat hukum Prof Henry Indraguna menyampaikan apresiasi terhadap komitmen pemberantasan narkoba yang dikaitkannya dengan kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. (Foto: Ist)
banner 468x60

Operasi kepolisian perlu dilanjutkan dengan pemetaan persoalan, pengawasan yang sesuai hukum, edukasi masyarakat, serta upaya membangun lingkungan sosial yang lebih aman. Pendekatan tersebut penting untuk mengurangi risiko berulangnya aktivitas peredaran narkoba setelah operasi penindakan selesai.

Prof Henry menilai, warga setempat juga perlu dilibatkan sebagai bagian dari solusi. Masyarakat yang memahami kondisi lingkungannya dapat membantu memberikan informasi mengenai potensi tindak pidana kepada aparat melalui saluran pelaporan yang tepat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Namun, ia mengingatkan bahwa penanganan persoalan narkotika tidak boleh dilakukan dengan memberikan stigma kepada seluruh warga di suatu kawasan. Penegakan hukum harus berfokus pada perbuatan dan pihak yang terbukti terlibat, sementara masyarakat yang tidak bersalah tetap harus mendapatkan perlindungan.

Lebih lanjut, Prof Henry mendorong penguatan koordinasi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Narkotika Nasional (BNN), Kejaksaan, serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menghadapi jaringan peredaran narkotika.

Menurutnya, kejahatan narkotika dapat melibatkan rantai distribusi yang panjang. Oleh sebab itu, pertukaran informasi, penyelidikan terkoordinasi, dan penelusuran jalur masuk barang terlarang menjadi bagian penting untuk mengungkap jaringan yang beroperasi di berbagai wilayah.

Sinergi lintas lembaga juga dibutuhkan untuk mengidentifikasi pola distribusi, mengembangkan perkara berdasarkan bukti, serta mencegah jaringan yang sama kembali menjalankan aktivitas ilegalnya.

Prof Henry berharap komitmen pemberantasan narkoba dapat diterapkan secara konsisten hingga tingkat kepolisian daerah, mulai dari Polda sampai Polres. Dengan demikian, langkah pemberantasan tidak hanya menjadi perhatian pada awal kepemimpinan, tetapi berkembang menjadi program yang terukur dan berkesinambungan.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap pelaksanaan operasi. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui efektivitas penindakan, mengidentifikasi hambatan di lapangan, serta memastikan pelaksanaan tugas aparat berjalan sesuai aturan.

Menurut Prof Henry, indikator keberhasilan pemberantasan narkoba seharusnya mencakup kemampuan membongkar jaringan distribusi, mengurangi peredaran, memperkuat pencegahan, dan meningkatkan perlindungan masyarakat dari bahaya narkotika.

Prof Henry menegaskan, pemberantasan narkoba tidak dapat dilepaskan dari upaya melindungi generasi muda. Pelajar, mahasiswa, dan kalangan pekerja muda perlu mendapatkan edukasi yang memadai agar mampu mengenali risiko penyalahgunaan narkotika serta memahami dampaknya terhadap kehidupan.

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan persoalan yang luas. Dampaknya bukan hanya berkaitan dengan kesehatan individu, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan keluarga, keberlangsungan pendidikan, produktivitas, dan kehidupan sosial.

Ketika seseorang terjerat penyalahgunaan narkotika, keluarga sering kali ikut menghadapi tekanan emosional maupun sosial. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan narkoba memerlukan penanganan yang menyeluruh, tidak semata-mata melalui pendekatan penindakan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.