JAKARTA, Radarjakarta.id – SIAGA 98 meminta Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dugaan kebocoran informasi dari pertemuan terbatas yang, menurut laporan Majalah Tempo, membahas nama Febri Adriansyah.
Laporan tersebut menyebut adanya pertemuan yang melibatkan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan, Jaksa Agung, dan Kapolri. Apabila informasi dalam laporan tersebut benar, maka yang menjadi perhatian utama bukan hanya substansi pembahasannya, melainkan juga dugaan kebocoran informasi dari forum yang seharusnya bersifat strategis dan terbatas.
Koordinator SIAGA 98, Hasanuddin menegaskan bahwa publik berhak mempertanyakan bagaimana informasi dari pertemuan tersebut dapat diketahui pihak luar hingga akhirnya menjadi konsumsi publik.
“Publik berhak mempertanyakan mengapa informasi dari pertemuan yang bersifat strategis dan terbatas dapat bocor. Siapa yang membocorkannya? Pertanyaan ini perlu dijawab melalui evaluasi dan pemeriksaan yang objektif, bukan melalui spekulasi,” ujar Hasanuddin.
Menurutnya, pertemuan yang melibatkan Presiden bersama para pejabat tinggi negara semestinya menerapkan standar pengamanan informasi dan kerahasiaan yang sangat ketat. Karena itu, apabila benar terjadi kebocoran informasi, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.
Atas dasar itu, Hasanuddin mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan informasi di lingkungan pemerintahan.
Evaluasi tersebut diharapkan mencakup mekanisme pengelolaan dokumen, pengendalian akses informasi, serta penerapan standar kerahasiaan dalam setiap pertemuan strategis guna mencegah terulangnya kebocoran informasi di masa mendatang.











