SURABAYA, Radarjakarta.id – Peserta Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIX Tahun 2026 mengunjungi Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur, Rabu (23/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani No. 116, Surabaya, itu menjadi bagian dari pembelajaran untuk mendalami strategi penanganan kejahatan siber dan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan serupa juga menjadi bagian dari agenda VKN PKN Tingkat II Angkatan XXIX di Jawa Timur.
Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung pelaksanaan tugas Ditressiber Polda Jatim, termasuk pemanfaatan teknologi, strategi penanganan perkara digital, serta penguatan kerja sama dengan berbagai instansi. Kasubdit 3 Ditressiber Polda Jatim AKBP Rudi Prabowo mengatakan perkembangan kejahatan di ruang siber membutuhkan penanganan bersama karena bentuk ancamannya terus berubah dan dapat berdampak luas kepada masyarakat.
“Ini bagian dari kolaborasi. Ke depan, kolaborasi seperti ini harus terus kita tingkatkan karena menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi perkembangan dan tantangan yang semakin kompleks,” ujar Rudi, Rabu (23/9/2026).
Menurut Rudi, Ditressiber Polda Jatim terus meningkatkan kemampuan personel dan mengoptimalkan sumber daya untuk menghadapi berbagai bentuk kejahatan digital. Sinergi dengan instansi lain juga dilakukan untuk meningkatkan keterampilan anggota serta memperkuat kualitas pelayanan dan penanganan perkara siber kepada masyarakat.
Pendamping Kelompok PKN Tingkat II Angkatan XXIX AKBP Defa Jaumil menjelaskan, visitasi merupakan bagian dari pembelajaran kepemimpinan yang menggabungkan pemahaman teoritis dengan pengalaman langsung di lapangan. Ditressiber Polda Jatim dipilih sebagai salah satu lokus karena peserta ingin mempelajari pengalaman penanganan perkara kejahatan digital, termasuk penggunaan sarana dan teknologi pendukung serta pola kolaborasi lintas sektor.
Ketua Kelompok PKN Tingkat II Angkatan XXIX AKBP Adzan Subuh mengatakan, peserta memperoleh pembelajaran mengenai cara Ditressiber Polda Jatim menghadapi berbagai ancaman di ruang siber. Ia menyebut penguatan organisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan kolaborasi antarlembaga menjadi bagian penting yang perlu diterapkan dalam pelaksanaan tugas masing-masing peserta.
Selain memperkuat kapasitas kepemimpinan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum edukasi mengenai keamanan digital. Adzan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan berbasis teknologi, termasuk informasi atau tawaran mencurigakan. Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama visitasi dapat diterapkan para peserta di satuan atau instansi masing-masing untuk mendukung penanganan tantangan digital secara lebih terpadu.***











