Persib Juara! Hattrick Pecahkan Sejarah, GBLA Membara Semalaman

banner 468x60

BANDUNG, Radarjakarta.id – Bandung kembali berubah menjadi lautan biru. Ribuan Bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan merayakan malam paling bersejarah bagi Persib Bandung setelah Maung Bandung resmi mengunci gelar Super League 2025/2026 sekaligus mencetak hattrick juara tiga musim beruntun.

Hasil imbang 0-0 melawan Persijap Jepara pada laga pamungkas, Sabtu (23/5/2026), sudah cukup memastikan Persib berdiri di singgasana sepak bola nasional. Euforia pun pecah tanpa bisa dibendung. Nyanyian kemenangan menggema dari tribun utara hingga selatan, flare menyala, dan ribuan Bobotoh larut dalam pesta juara yang disebut-sebut sebagai salah satu perayaan terbesar dalam sejarah klub.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Atmosfer GBLA bahkan sudah terasa panas sejak sebelum kick-off. Tribun penuh warna biru, koreografi raksasa menghiasi stadion, sementara chant “Champions Again!” terus mengguncang Bandung sepanjang pertandingan berlangsung.

Begitu peluit akhir dibunyikan, stadion langsung meledak oleh selebrasi. Para pemain Persib berlari ke tengah lapangan menghampiri Bobotoh, saling berpelukan sambil mengangkat tangan merayakan dominasi yang kini sulit dibantah.

Persib bukan sekadar juara. Klub kebanggaan Jawa Barat itu kini resmi menjadi tim pertama di era Liga Indonesia yang mampu meraih tiga gelar liga secara beruntun. Rekor tersebut membuat Maung Bandung masuk dalam era baru sepak bola nasional sebagai simbol dominasi dan konsistensi.

Di bawah racikan pelatih Bojan Hodak, Persib tampil nyaris tanpa cela sepanjang musim. Meski sempat menghadapi tekanan besar akibat perubahan komposisi pemain utama, Persib tetap mampu menjaga stabilitas permainan hingga pekan terakhir.

“Musim ini salah satu yang paling sulit karena banyak perubahan pemain inti. Tapi tim tetap bisa bertahan dan terus bersaing sampai akhir,” ujar Bojan Hodak.

Ketangguhan Persib terlihat dari statistik yang sulit ditandingi rival lain. Dari total 34 pertandingan, Persib sukses meraih 24 kemenangan, 7 hasil imbang, dan hanya 3 kali kalah. Lini belakang Maung Bandung juga tampil mengerikan dengan hanya kebobolan 22 gol sepanjang musim, menjadikannya pertahanan terbaik di kompetisi.

GBLA pun berubah menjadi benteng angker yang tak mampu ditaklukkan lawan. Sepanjang musim, Persib tidak tersentuh kekalahan saat bermain di kandang sendiri di depan puluhan ribu Bobotoh.

Meski Borneo FC menang telak 7-1 atas Malut United di laga lain, Persib tetap keluar sebagai juara karena unggul head to head. Kedua tim sama-sama mengoleksi 79 poin, tetapi Maung Bandung memiliki catatan pertemuan lebih baik.

Pada pertandingan penentuan kontra Persijap, Persib sebenarnya tampil sangat dominan. Thom Haye, Adam Alis, hingga Andrew Jung berkali-kali mengancam gawang lawan. Namun kiper Persijap, Ardiansyah, tampil luar biasa dan menjadi tembok kokoh yang membuat skor tetap bertahan 0-0 hingga akhir laga.

Walau gagal mencetak gol, hasil tersebut justru menjadi penutup sempurna perjalanan Persib musim ini. Stadion GBLA langsung berubah menjadi panggung pesta rakyat. Bobotoh bernyanyi, menyalakan flare, dan meneriakkan nama Persib tanpa henti.

Salah seorang Bobotoh asal Bandung, Robby, mengaku bangga melihat Persib kembali menguasai liga Indonesia selama tiga musim berturut-turut.

“Bangga sekali Persib bisa juara lagi. Semoga setelah ini Persib makin kuat dan bisa bersinar di Asia,” katanya.

Kini, setelah sukses mencatat sejarah baru dan menambah koleksi menjadi lima gelar liga nasional, Persib mulai menatap tantangan berikutnya di level Asia. Dengan skuad solid, mental juara, dan dukungan fanatik Bobotoh, Maung Bandung diyakini belum selesai menciptakan kejutan.

Bandung berpesta. Indonesia menyaksikan. Persib resmi memasuki era dinasti baru sepak bola nasional.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.