BOGOR, Radarjakarta.id – Momentum peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tahun 2026 menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk semakin peduli terhadap kesejahteraan para lansia.
Bertepatan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional, Srikandi TP. Sriwijaya kembali menegaskan komitmennya melalui program sosial bertajuk Gerakan Sayangi Lansia (GRASIA) dengan moto menyentuh, “Dia adalah Orangtua Kita.”
Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Harian Srikandi TP. Sriwijaya R.A. Aisyah SE. MM. menegaskan bahwa perhatian terhadap lansia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, dimulai dari lingkungan keluarga.
Menurut R.A. Aisyah, lansia merupakan sosok yang berjasa besar dalam perjalanan kehidupan keluarga dan bangsa. Karena itu, penghormatan, perlindungan, serta pemberdayaan terhadap lansia harus menjadi gerakan bersama yang nyata dan berkelanjutan.
Sejak tahun 2023, Srikandi TP. Sriwijaya secara konsisten memperingati HLUN setiap 29 Mei sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial terhadap para lanjut usia. Pada peringatan HLUN 2026 ini, organisasi perempuan tersebut mengangkat tema:
“Srikandi TP. Sriwijaya Bersama Dahlia Senja dan FKP3B Mendorong Gerakan Sayangi Lansia, Semua Lansia adalah Orangtua Kita.”
Gerakan Sayangi Lansia sendiri merupakan program yang digagas sebagai upaya pemberdayaan lansia agar tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa.
Program tersebut dinilai sangat strategis karena mampu mendorong pemenuhan hak-hak lansia, khususnya mereka yang sudah mengalami keterbatasan fisik maupun sosial.
R.A. Aisyah menjelaskan bahwa keluarga menjadi tempat pertama dan utama dalam memberikan perhatian kepada para lansia. Kepedulian sederhana seperti memberikan kasih sayang, penghormatan, pendampingan, hingga memastikan kenyamanan hidup lansia menjadi langkah nyata yang sangat berarti.
Selain itu, gerakan ini juga sejalan dengan pedoman yang pernah disusun oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tahun 2018 mengenai Gerakan Sayang Lansia. Namun implementasinya sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.
Dalam kegiatan HLUN 2026, Srikandi TP. Sriwijaya juga menyampaikan sejumlah usulan strategis kepada pemerintah, khususnya kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia dan BKKBN, guna memperkuat perlindungan terhadap lansia.
Tiga poin utama yang diusulkan antara lain:
1. Perlindungan dan pemberdayaan lansia di seluruh bidang menuju lansia tangguh dan mandiri.
2. Penyediaan fasilitas dan aksesibilitas rumah ramah lansia.
3. Penguatan sistem perawatan jangka panjang bagi lansia.
Melalui pencanangan Gerakan Sayangi Lansia ini, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa para lansia membutuhkan perhatian, penghormatan, dan dukungan emosional dari lingkungan sekitar.
“Kita ingin menanamkan kesadaran bahwa semua lansia adalah orangtua kita sendiri. Mereka harus dihormati, dijaga, dan diberikan kasih sayang,” ujar R.A. Aisyah saat dikonformasi, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan HLUN 2026 yang digelar selama dua hari, 19 – 20 Mei 2026, berlangsung di kawasan Resort Prima Cisarua, Puncak Bogor. Acara tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai komunitas dan organisasi, di antaranya Sekolah Lansia Ratu Sinuhun, Dahlia Senja, serta Forum Komunikasi Persatuan Perempuan Provinsi Bengkulu (FKP3B).
Sejumlah tokoh dan tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dr. Elsa Pongtuluran, Hj. Hanna Gayatri, Ray Nova Sasra Nusdila, serta berbagai perwakilan organisasi perempuan dan komunitas lansia lainnya serta Pengurus dan anggota Srikandi TP. Sriwijaya.
“Peringatan HLUN 2026 ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lansia harus terus diperkuat sebagai bagian dari pembangunan manusia yang berkeadilan dan berkelanjutan di Indonesia. pungkasnya.











