JAKARTA , Radarjakarta.id – SMPN 274 Jakarta Barat menggelar kegiatan seni dan budaya bertema penguatan kearifan lokal sebagai upaya menanamkan nilai budaya kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman sekolah, Jalan Empang Bahagia No. 4D Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (22/5/2026).
Acara ini menampilkan beragam kreativitas siswa melalui pertunjukan tari daerah, gerak dan lagu tradisional, hingga pengenalan kuliner khas Nusantara. Seluruh siswa dari kelas 7, 8, dan 9 turut ambil bagian dalam kegiatan yang dikemas sebagai sarana edukasi sekaligus pelestarian budaya.

Kepala SMPN 274 Jakarta Barat, Rosanah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni sekolah, melainkan bagian dari pembentukan karakter siswa melalui nilai-nilai budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
“Kearifan lokal merupakan warisan budaya yang sangat berharga. Di dalamnya terdapat nilai gotong royong, sopan santun, kerja keras, cinta lingkungan, dan rasa hormat kepada sesama yang harus terus dijaga,” ujar Rosanah.
Menurutnya, penguatan budaya lokal penting dilakukan agar generasi muda tidak kehilangan jati diri di tengah arus modernisasi. Ia menegaskan bahwa budaya daerah bukan sesuatu yang kuno, melainkan identitas bangsa yang patut dibanggakan dan dilestarikan.
“Melalui kegiatan ekstrakurikuler ini, kami ingin siswa lebih mengenal, mencintai, dan menjaga budaya daerahnya sendiri. Baik melalui tarian, makanan tradisional, kerajinan tangan, maupun bahasa daerah,” katanya.
Rosanah juga berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan karakter positif siswa, terutama dalam hal cinta tanah air, sikap saling menghormati, serta semangat kebersamaan yang mulai terkikis di lingkungan masyarakat.
Selain pentas seni, siswa juga diperkenalkan pada berbagai bahasa daerah dan kekayaan budaya dari sejumlah wilayah di Indonesia. Menurut pihak sekolah, langkah ini diharapkan dapat memperluas wawasan kebangsaan sekaligus mempererat rasa persatuan antarpelajar.
Kegiatan budaya ini mendapat antusiasme tinggi dari para siswa dan guru. Pihak sekolah berharap agenda serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis budaya lokal.|Hendra*











