BANDUNG, Radarjakarta.id – PT Lotus Lingga Pratama melalui brand Lotus Gold resmi menjalin kerja sama strategis dengan Galeri 24 dalam distribusi dan pemasaran perhiasan emas bersertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk emas lokal berkualitas sekaligus memperkuat ekosistem distribusi emas nasional yang lebih terpercaya.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di Bandung pada 21 Mei 2026. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Direktur PT Lotus Lingga Pratama, Ivan Lingga, bersama Manager Sales & Marketing PT Lotus Lingga Pratama, Roni Hermawan, serta Direktur Galeri 24, Endah Susiani.
Kerja sama ini menandai langkah baru kedua perusahaan dalam menghadirkan produk emas lokal yang mengedepankan kualitas, keamanan, dan transparansi melalui sertifikasi SNI. Produk-produk emas dari Lotus Gold nantinya akan dipasarkan melalui jaringan Galeri 24 yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur PT Lotus Lingga Pratama, Ivan Lingga, mengatakan hubungan antara Lotus Gold dan Galeri 24 telah terjalin hampir satu dekade. Menurut dia, kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam pengembangan produk emas bersertifikasi SNI di pasar nasional.
“Penandatanganan kerja sama produk SNI ini menjadi salah satu langkah penting dari banyak peluang kolaborasi lainnya di masa depan. Melalui produk SNI, kami juga ingin memberikan kepastian bagi konsumen dan mendukung arah kebijakan pemerintah,” ujar Ivan dalam keterangannya.
Sementara itu, Roni Hermawan menilai masyarakat kini semakin selektif dalam memilih produk perhiasan emas. Konsumen, kata dia, tidak lagi hanya mempertimbangkan desain, tetapi juga kualitas serta legalitas produk yang dibeli.
“Dengan adanya standar SNI, kami ingin memberikan rasa aman dan kepastian kepada konsumen,” kata Roni.
Melalui kolaborasi tersebut, produk emas Lotus Gold bersertifikasi SNI akan didistribusikan ke berbagai daerah melalui jaringan Galeri 24, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua, termasuk Sorong dan Merauke.
Produk yang dipasarkan mencakup perhiasan emas dengan kadar 6K, 8K, 10K, 16K, 17K, dan 18K. Seluruh produk disebut telah melewati proses produksi dan pengawasan mutu sesuai standar sertifikasi SNI dan ketentuan industri.
Direktur Galeri 24, Endah Susiani, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman terhadap kebutuhan pasar, baik dari sisi desain maupun kadar emas yang diminati masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi dan diskusi yang intens ke depannya dapat membantu kami semakin memahami kebutuhan konsumen sehingga produk yang dihadirkan benar-benar sesuai dengan harapan pasar,” ujar Endah.
Selain sebagai produk gaya hidup, emas bersertifikasi SNI juga dinilai memiliki potensi investasi jangka panjang. Produk emas tersebut didukung sistem likuiditas yang memudahkan masyarakat melakukan penjualan kembali melalui jaringan Galeri 24 dengan harga yang kompetitif dan transparan.
Di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis, emas masih dianggap sebagai salah satu instrumen safe haven yang diminati investor. Kondisi tersebut sejalan dengan pandangan Bank Indonesia yang menyebut aliran modal global ke komoditas emas terus berlanjut di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Ivan Lingga berharap kerja sama ini dapat memperluas jangkauan produk emas lokal berkualitas sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk emas bersertifikasi dan bernilai investasi.
“Kolaborasi ini menjadi langkah positif bagi Lotus Gold untuk memperluas jangkauan produk emas bersertifikasi SNI ke lebih banyak masyarakat Indonesia,” katanya.











