LONDON, Radarjakarta.id – Atmosfer panas menyelimuti perburuan gelar Liga Inggris 2025/2026. Arsenal kini benar-benar berada di ambang kejayaan setelah sukses menumbangkan Burnley dengan skor tipis 1-0 pada pekan ke-37 Premier League di Emirates Stadium, Selasa (19/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan krusial itu membuat pasukan Mikel Arteta semakin dekat dengan trofi Liga Inggris yang sudah lama mereka idamkan. Satu gol Kai Havertz bukan hanya memberi tiga poin, tetapi juga mengirim tekanan besar kepada Manchester City yang kini berada dalam posisi terjepit.
Gol semata wayang Arsenal lahir pada menit ke-36. Berawal dari skema sepak pojok Bukayo Saka, Kai Havertz berhasil memenangkan duel udara dan melepaskan sundulan tajam yang tak mampu dihentikan kiper Burnley. Emirates Stadium langsung bergemuruh menyambut gol yang bisa menjadi penentu sejarah musim ini.
Arsenal tampil agresif sejak awal pertandingan. Dominasi penguasaan bola membuat Burnley lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan permainan. Leandro Trossard sempat mengancam lewat tendangan keras yang membentur tiang gawang, sementara sejumlah peluang lain membuat lini belakang Burnley terus berada di bawah tekanan.
Memasuki babak kedua, Burnley mencoba bangkit melalui serangan balik cepat. Jaidon Anthony sempat menciptakan ancaman serius, namun penyelesaiannya masih melambung di atas mistar gawang David Raya.
Arsenal sendiri nyaris menggandakan keunggulan melalui peluang emas Eberechi Eze dan Trossard. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan The Gunners.
Tambahan tiga poin membuat Arsenal kini kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 82 poin dari 37 pertandingan. The Gunners unggul lima angka atas Manchester City yang baru memainkan 36 laga dan mengoleksi 77 poin.
Situasi ini membuat tekanan kini sepenuhnya berpindah ke kubu Manchester City. Tim asuhan Pep Guardiola wajib menang saat menghadapi Bournemouth di Vitality Stadium jika ingin menjaga harapan mempertahankan gelar juara Liga Inggris.
Jika Manchester City gagal menang, maka Arsenal dipastikan langsung berpesta dan mengunci trofi Premier League lebih cepat. Namun bila City mampu menyapu bersih dua laga tersisa, perebutan gelar akan ditentukan hingga pekan terakhir musim ini.
Persaingan dua raksasa Inggris tersebut kini menjadi pusat perhatian dunia sepak bola. Arsenal yang sempat diragukan mentalitasnya justru mampu bertahan di bawah tekanan besar. Di sisi lain, Manchester City tetap menjadi ancaman nyata berkat pengalaman dan mental juara yang mereka miliki dalam beberapa musim terakhir.
Mikel Arteta kini hanya tinggal menunggu hasil Manchester City sambil menjaga fokus timnya untuk laga penutup musim. Sementara Pep Guardiola sadar satu kesalahan kecil saja bisa mengakhiri dominasi City di Liga Inggris.
Drama perebutan gelar Premier League musim ini pun berubah menjadi pertarungan penuh tekanan, emosi, dan ketegangan yang dipastikan membuat jutaan penggemar sepak bola dunia menahan napas hingga detik terakhir.***











