Perjuangan Kompol Ricky Lado, Alumni SMAK Suria Atambua yang Kini Bergelar Doktor UI

Foto: Istimewa
banner 468x60

Sampaikan Kebanggaan kepada Almamater

Meski telah mencapai jenjang akademik tertinggi, Lado tetap mengingat sekolah yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Dia mengaku bangga menjadi alumni SMAK Suria Atambua.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kebanggaan itu disampaikan melalui ucapan selamat atas reuni akbar alumni SMAK Suria Atambua yang ke-68 tahun. Lado berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menjaga ikatan persaudaraan sekaligus memperkuat kontribusi alumni bagi masyarakat dan tanah air.

“Kami bangga menjadi anak alumni SMAK Suria, saya lulus tahun 2008, izin mengucapkan selamat dan sukses untuk reuni akbar Alumni SMAK Suria Atambua yang ke-68 tahun, bersatu dalam persaudaraan, berkarya untuk Tuhan dan Tanah Air,” tuturnya.

Selain menyampaikan ucapan untuk almamaternya, Lado turut memberikan penghormatan dalam perayaan tahbisan imamat ke-40 tahun di lingkungan SMAK Suria Atambua.

Dia menyampaikan ucapan selamat kepada Romo Benyamin Seran, Pr., yang biasa disapanya dengan panggilan Romo Min.

Bagi Lado, Romo Benyamin bukan sekadar sosok yang dikenalnya, melainkan juga figur yang memberikan inspirasi melalui teladan, motivasi, dan doa.

“Profisiat kepada Romo Benyamin Seran, PR,
yang kami sering sapa Romo Min,
beliau adalah salah satu inspirator bagi saya secara pribad. Terima kasih atas teladan, motivasi dan doa tulus buat kami sampai detik ini. Tuhan memberkati selalu,” ungkapnya.

Kegigihan Menjadi Kunci Perjalanan

Kisah Ricky Neygersan Lado memperlihatkan bahwa keberhasilan tidak selalu datang melalui jalan yang lurus. Cita-cita menjadi dokter memang tidak terwujud, tetapi dia berhasil mencapai tujuan akademik lain yang tidak kalah berarti dengan meraih gelar doktor di Universitas Indonesia.

Dari kegagalan seleksi Bintara Polri hingga lima kali mengikuti tes masuk program doktoral, perjalanan Lado menunjukkan pentingnya konsistensi dalam memperjuangkan pendidikan.

Dia juga tetap membawa kebanggaan terhadap daerah asal dan almamaternya di Atambua. Pencapaian akademik yang diraih menjadi bagian dari perjalanan panjang yang dibangun melalui usaha, ketekunan, dan keyakinan.

Bagi generasi muda, kisah tersebut menjadi pengingat bahwa kegagalan pada satu kesempatan tidak harus mengakhiri cita-cita. Selama ada kemauan untuk belajar dan terus berusaha, kesempatan untuk berkembang tetap terbuka.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.