DEPOK, Radarjakarta – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bersama Kodim 0508/Depok menggelar kegiatan karya bakti serentak di 11 kecamatan sebagai upaya mengatasi persoalan genangan, normalisasi saluran air, serta pencegahan longsor di lingkungan permukiman warga.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro mengatakan, program karya bakti difokuskan pada pengerjaan normalisasi drainase dan perbaikan turap minor di sejumlah titik rawan banjir dan longsor.
“Kegiatan ini difokuskan pada pekerjaan normalisasi saluran air dan perbaikan turap minor sebagai langkah antisipasi genangan serta longsor di lingkungan permukiman warga,” ujar Yodi, Kamis (14/5/2026).
Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran karya bakti di antaranya Jalan Mandor Tajir RT 04/18 Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, tepatnya di Anak Kali Angke Lima. Selain itu, kegiatan juga dilakukan di Jalan H. Sulaiman RT 05/05 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan.
Program serupa turut menyasar Jalan Raya Keadilan Rawadenok RT 02, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, serta Jalan Pendowo Grogol di Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo.
Di Kecamatan Cinere, karya bakti dipusatkan di area depan Kantor Diklat Kemenkumham dekat Jalan H. Terin, Kelurahan Pangkalan Jati. Sementara di Kecamatan Beji, kegiatan berlangsung di kawasan Raden Sanim, Kelurahan Tanah Baru.
Lokasi lainnya yang turut menjadi prioritas penanganan yakni Kali Cabang Tengah RT 05/04 Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, serta RW 30 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong.
Menurut Yodi, kegiatan karya bakti merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Satgas Sumber Daya Air (SDA), dan masyarakat dalam menjaga fungsi saluran air agar tetap optimal.
“Pelaksanaan karya bakti ini melibatkan unsur TNI, masyarakat setempat, serta dibantu Satgas SDA. Tujuannya untuk menjaga fungsi saluran dan mencegah terjadinya genangan maupun longsor di lingkungan sekitar,” katanya.
Ia menjelaskan, sedimentasi dan penyempitan saluran air selama ini menjadi salah satu penyebab utama munculnya genangan saat hujan deras mengguyur Kota Depok. Karena itu, normalisasi drainase dinilai penting untuk memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir lingkungan.
Selain normalisasi saluran, perbaikan turap minor juga dilakukan di sejumlah titik guna memperkuat struktur penahan tanah yang rawan longsor akibat gerusan air.
Yodi berharap masyarakat ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air agar hasil karya bakti dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap masyarakat ikut menjaga saluran yang sudah dinormalisasi agar tidak kembali tersumbat sampah maupun sedimentasi,” ujarnya.
Pemkot Depok berharap kegiatan karya bakti ini tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah, aparat, serta masyarakat dalam menjaga lingkungan kota.|Aji*











