Depok || Radarpost.id
Dewan Perwalikan Daerah Kota Depok menilai Pemkot yang dipimpin oleh Walikota Supian Suri sigap dan tanggap dalam mengatasi masalah banjir di Jembatan Jago, Cipayung.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Depok, Babai Suhaimi kepada wartawan mengatakan sikap tanggap dan cepat yang dilakukan oleh Supian Suri bersama jajaran Pemerintah Kota Depok sangat positif di mata masyarakat.
“Masyarakat Cipayung pada umumnya, dan khususnya RW yang berbatasan langsung dengan TPA sangat gembira dengan sikap tanggap dan cepat yang dilakukan oleh Pak Wali Kota bersama dengan kepala dinas,” katanya saat dikonfirmasi pada Rabu(13/5/2026).
Babai menilai, sikap gentle yang ditunjukan Supian Suri adalah hal yang sangat dirindukan masyarakat dari figur seorang pemimpin atau kepala daerah.
“Karena memang sebelum-sebelumnya, di masa pemerintahan terdahulu, wali kota terdahulu, zaman Pak Idris, zaman Pak Nur Mahmudi, tidak ada tindakan yang seperti ini. Tidak ada sikap yang cepat dan tanggap yang dilakukan oleh wali kota terdahulu,” tuturnya.
“Dan sikap tanggap dari Pak Wali bersama kepala-kepala dinas ini, ini kan di luar dugaan, di luar ekspektasi daripada masyarakat,” katanya.
Karena, lanjut Babai, sebelum-sebelumnya, pengaduan hal ini itu sudah berulang-ulang kali dan sudah sering kali terjadi dilakukan, namun tidak ada respon nyata.
Bahkan dirinya sendiri juga sudah menyampaikan kepada pemerintah terdahulu, kepala dinas terdahulu di masa zaman yang kemarin.
“Nah, alhamdulillah, sikap tanggap yang dilakukan oleh Pak Wali (Supian), kemudian kebijakan itu betul-betul terasa di tengah masyarakat, sehingga masyarakat merasakan hadirnya pemerintah di tengah daripada keadaan lingkungan di sekitar TPA Cipayung.”katanya.
Terkait hal itu, politisi PKB berharap sikap tanggap ini juga akan berdampak kepada program-program yang lainnya.
Termasuk juga mengenai program pembangunan Refuse Derived Fuel (RDF) yang nanti berada di lokasi TPA Cipayung.
Di dalam rangka untuk juga merubah sistem pengolahan TPA Cipayung, dan ini juga kalau terjadi.
Itu tentu sangat-sangat dirasakan besar manfaatnya oleh masyarakat yang selama ini pengolahan dengan teknologi hanya janji-janji.
“Zaman Pak Nur Mahmudi dulu dijanjikan nanti dari Jepang dan lain sebagainya, sampai ada orang Jepang diajak ke lokasi tapi nihil, tidak pernah berkelanjutan,” katanya.
Kemudian di zaman Walikota Depok Idris juga begitu, akan ada nanti pengolahan teknologi.
“Akan ada lagi pengolahan teknologi, semuanya bullshit, omong-omong kalau bahasa sekarang,” katanya.
Babai pun berharap, di zaman era kepemerintahan Supian Suri dan Chandra Rahmansyah, alih teknologi di dalam pengolahan sampah ini betul-betul terwujud.
Sikap cepat tanggap ini betul-betul menghibur hati daripada masyarakat Cipayung.
“Saya sebagai anggota DPRD tentu sangat bersyukur karena dengan sikap tanggap seperti ini, inilah yang diharapkan oleh masyarakat yang dahulu selama puluhan tahun tidak pernah didapatkan.”katanya.
“Bahkan banyak pembangunan yang terdahulu dilakukan akibat tidak ada koordinasi dengan masyarakat dan tokoh sekitar, banyak yang terbengkalai dan sia-sia.
Ia lantas memberi contoh, di antaranya seperti pembangunan sumur air minum yang untuk dibagikan kepada warga.
“Itu (biaya) dengan ratusan juta, hampir Rp600 sampai Rp800 juta kalau tidak salah, itu hanya berjalan tiga hari dan di hari berikutnya sudah tidak bisa lagi difungsikan dan digunakan,” paparnya.
“Sehingga nangkring tuh toren air yang ada di lokasi TPA Cipayung, seperti itu, dan itu terdahulu dilakukan. Dan itu tidak ada sama sekali penjelasan dan kehadiran wali kota untuk menjelaskan itu.”katanya.
Babai juga mengapresiasi kebijakan Supian Suri yang langsung merespon tuntutan warga terkait normalisasi Kali Pesanggerahan dan perbaikan Jembatan Jago.
Ini sangat luar biasa di luar dugaan masyarakat adalah pembangunan Jembatan Jago.
Sehingga itu nanti tidak akan lagi menjadi penghalang bagi luapan air yang berakibat pada tertahannya sampah-sampah yang menyebabkan banjir yang tidak tertahankan di wilayah RW 06 Cipayung.











