Musda DKI Jakarta, Ketum TP Sriwijaya Dorong Srikandi Jadi Motor Pemberdayaan Masyarakat

Musda DKI Jakarta, Ketum TP Sriwijaya Dorong Srikandi Jadi Motor Pemberdayaan Masyarakat
Ketua Umum TP Sriwijaya, Dr. H. Sudirman D. Hurry, SH., MM., M.Sc., saat membuka Musyawarah Daerah Bersama TP Sriwijaya dan Srikandi TP Sriwijaya Provinsi DKI Jakarta di Grha Prodia, Kramat Raya, Jakarta, Minggu (31/5/2026).
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Semangat kebersamaan, pengabdian, dan persatuan mewarnai pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Bersama Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya dan Srikandi TP Sriwijaya Provinsi DKI Jakarta yang digelar di Grha Prodia, Kramat Raya, Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus melahirkan kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ketua Umum TP Sriwijaya, Dr. H. Sudirman D. Hurry, SH., MM., M.Sc. menegaskan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan harus dibangun atas dasar pengabdian, keikhlasan, serta komitmen untuk melayani masyarakat, bukan sekadar menjadi wadah formalitas.

“Alhamdulillah, kita semua dapat hadir dalam keadaan sehat walafiat. Ini adalah nikmat yang luar biasa dari Allah SWT. Saya merasa sangat bahagia melihat semangat kebersamaan yang terus terjaga di TP Sriwijaya, Srikandi TP Sriwijaya, maupun KAMSRI. Organisasi ini harus menjadi perekat persatuan masyarakat Sumbagsel di mana pun berada,” ujar Sudirman dalam sambutannya.

Menurutnya, TP Sriwijaya merupakan organisasi yang memiliki sejarah panjang dan filosofi perjuangan yang kuat. Berawal dari semangat Tentara Pelajar, organisasi tersebut terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman hingga menjadi organisasi kemasyarakatan yang berperan aktif dalam pembangunan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa setiap kader yang diberi amanah memimpin organisasi harus siap mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi demi kemajuan organisasi.

“Memimpin organisasi bukan sekadar jabatan. Dibutuhkan pengorbanan, dedikasi, dan komitmen penuh. Jika ingin organisasi besar, para pengurus harus siap mewakafkan dirinya untuk kepentingan organisasi dan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sudirman juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen Prodia yang telah menjalin kerja sama dengan Srikandi TP Sriwijaya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi contoh sinergi positif yang dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh keluarga besar TP Sriwijaya, Srikandi TP Sriwijaya, maupun KAMSRI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada manajemen Prodia yang telah membuka ruang kolaborasi. Fasilitas yang diberikan menjadi dukungan besar bagi berbagai kegiatan organisasi ke depan,” katanya.

Sudirman mengisahkan bahwa lahirnya Srikandi TP Sriwijaya merupakan buah pemikiran para perempuan cerdas yang selama ini aktif dalam kepengurusan TP Sriwijaya.

Pada awalnya, para perempuan tersebut menjadi bagian dari struktur organisasi TP Sriwijaya. Namun seiring berkembangnya kebutuhan organisasi, muncul gagasan untuk membentuk badan otonom yang secara khusus fokus pada pemberdayaan perempuan.

Gagasan itu kemudian mendapat dukungan penuh dari pengurus pusat hingga akhirnya Srikandi TP Sriwijaya resmi dilegalkan pada 27 Maret 2021 pasca Musyawarah Besar (Mubes) ke-12 TP Sriwijaya.

Saat itu, amanah kepemimpinan pertama diberikan kepada Nyimas Aliah SE. S.Sos. M.Ikom sebagai Komandan atau Ketua Umum pertama Srikandi TP Sriwijaya.

“Saat awal berdiri mungkin ada yang pesimis apakah para ibu mampu memimpin organisasi besar. Namun saya sangat yakin perempuan-perempuan hebat ini suatu hari akan menunjukkan kemampuan yang bahkan bisa melampaui kaum pria dalam berorganisasi,” ujarnya.

Dalam arahannya, Sudirman menegaskan bahwa Musda merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat daerah yang tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata.

Menurutnya, forum tersebut harus menjadi ruang untuk mengevaluasi program kerja, menyusun strategi organisasi, memperkuat kelembagaan, hingga menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Ia juga menyampaikan pandangannya agar pelaksanaan Musyawarah Besar TP Sriwijaya dan forum musyawarah daerah Srikandi TP Sriwijaya dan TP Sriwijaya tetap dilaksanakan secara terpisah agar masing-masing organisasi memiliki ruang pembahasan yang lebih fokus dan mendalam.

“Musyawarah bukan sekadar memilih pengurus. Harus ada pembahasan mengenai AD/ART, evaluasi organisasi, program kerja, dan arah perjuangan organisasi ke depan. Itulah ruh dari sebuah musyawarah,” katanya.

Salah satu capaian yang mendapat perhatian khusus dari Ketua Umum TP Sriwijaya adalah keberhasilan program Sekolah Lansia Ratu Sinuhun yang digagas Srikandi TP Sriwijaya.

Program tersebut dinilai menjadi bukti nyata bahwa organisasi tidak hanya menghasilkan wacana, tetapi juga mampu menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sudirman mengungkapkan rasa bangganya ketika menerima laporan bahwa sekitar 500 peserta lansia akan segera mengikuti wisuda dari program tersebut.

“Ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Dari sebuah gagasan lahir program yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Semangatnya sesuai dengan prinsip Khoirunnas Anfa’uhum Linnas, yakni sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan Sekolah Lansia Ratu Sinuhun menjadi bukti bahwa Srikandi TP Sriwijaya mampu hadir sebagai organisasi yang berkontribusi dalam mencerdaskan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat pemberdayaan perempuan dan anak.

Menutup sambutannya, Sudirman mengingatkan seluruh kader TP Sriwijaya dan Srikandi TP Sriwijaya untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan organisasi.

Ia berharap kepengurusan baru yang terpilih dapat mengakomodasi seluruh elemen masyarakat Sumbagsel di DKI Jakarta tanpa membedakan latar belakang, selama memiliki komitmen untuk membesarkan organisasi.

“Jaga persatuan dan kesatuan. Organisasi ini harus hadir untuk masyarakat. Jangan hanya menjadi nama atau simbol semata. Kehadirannya harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas melalui karya-karya nyata,” pesannya.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Ketua Umum TP Sriwijaya secara resmi membuka Musyawarah Daerah Bersama TP Sriwijaya dan Srikandi TP Sriwijaya Provinsi DKI Jakarta yang diharapkan mampu melahirkan keputusan strategis demi kemajuan organisasi dan kesejahteraan masyarakat Sumbagsel di masa mendatang.  Guffe*

Caption Foto:

Ketua Umum TP Sriwijaya, Dr. H. Sudirman D. Hurry, SH., MM., M.Sc., saat membuka Musyawarah Daerah Bersama TP Sriwijaya dan Srikandi TP Sriwijaya Provinsi DKI Jakarta di Grha Prodia, Kramat Raya, Jakarta, Minggu (31/5/2026).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.